Loa Lepu Kembangkan Sistem Sampah Mandiri Desa

Tenggarong – Pemerintah Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus memantapkan komitmennya dalam mewujudkan desa wisata mandiri dan ramah lingkungan. Memasuki tahun 2025, berbagai program prioritas mulai digalakkan, salah satunya pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Kepala Desa Loa Lepu, Sumali, menyampaikan bahwa kebersihan lingkungan adalah faktor utama dalam mendukung terwujudnya desa wisata.

Bacaan Lainnya

“Desa wisata itu harus bersih. Jadi sekarang kami sudah mulai melakukan pembersihan, terutama dari sampah rumah tangga,” ujar Sumali saat ditemui di kantor desa, Kamis (4/7/2025).

Sebagai bentuk nyata, pihak desa telah membentuk bank sampah dan menugaskan petugas khusus untuk mengumpulkan sampah dari rumah-rumah warga secara rutin.

Sampah yang terkumpul sementara ditampung di sekitar kantor desa menggunakan wadah penampungan yang telah disediakan.

Lebih lanjut, Sumali mengatakan bahwa pihaknya juga tengah mempersiapkan inovasi teknologi berupa mesin pembakar sampah yang ditargetkan beroperasi dalam waktu dekat.

“Inovasi pengadaan mesin pembakar sampah ini sedang dalam proses. Targetnya, tahun ini juga akan kami launching dan operasikan,” ucap Sumali.

Ia berharap, melalui mesin tersebut, pengelolaan sampah dapat dilakukan sepenuhnya di tingkat desa tanpa bergantung lagi pada armada pengangkut dari luar.

“Ke depan, tidak perlu lagi ada truk sampah yang masuk. Tidak ada lagi sampah dari Desa Loa Lepu yang dibuang ke TPA. Semua cukup kami kelola sendiri di sini,” tegasnya.

Menurutnya, upaya ini merupakan bagian dari visi besar Loa Lepu untuk menjadi desa wisata yang tidak hanya menarik dari sisi tampilan, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan kebersihan lingkungan.

Dalam rangka memperkuat perencanaan, Desa Loa Lepu juga menggandeng Desa Ponggok, Jawa Tengah—yang dikenal sukses mengelola potensi wisatanya—sebagai mitra pembelajaran.

“Desa Ponggok jadi tempat kami belajar. Kami tidak ingin asal membangun wisata, tapi ingin desa ini benar-benar siap dan mandiri,” tutup Sumali.

Bagikan:

Pos terkait