SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mempersiapkan langkah besar menyambut gelaran Piala Dunia FIFA 2026 dengan menghadirkan venue nonton bareng (nobar) gratis bagi masyarakat. Agenda tersebut akan dikolaborasikan dengan festival kuliner yang melibatkan pelaku UMKM lokal agar euforia sepak bola turut menggerakkan ekonomi daerah.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di tiga negara tuan rumah sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Di Indonesia, antusiasme masyarakat diperkirakan tetap tinggi seperti edisi-edisi sebelumnya. Sejumlah tim yang kerap menjadi jagoan publik Tanah Air antara lain Brasil, Argentina, Prancis, Portugal, dan Inggris, sementara sebagian lainnya mendukung Spanyol, Jerman, serta Belanda.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menyatakan Pemprov berkomitmen menghadirkan tontonan sepak bola kelas dunia secara merata melalui kerja sama dengan TVRI Kalimantan Timur sebagai official broadcaster. Menurutnya, fasilitas nobar akan digelar di berbagai titik strategis, baik di ruang publik maupun fasilitas milik pemerintah.
“Kita akan siapkan tempat nonton bareng secara gratis dan mengundang pelaku UMKM di Kalimantan Timur. Tujuannya selain memberikan hiburan bagi masyarakat, juga mendorong perekonomian UMKM lokal yang tumbuh di tengah antusiasme masyarakat menyaksikan Piala Dunia,” ujar Seno Aji usai kegiatan Kick Off Bola Gembira Piala Dunia 2026, Minggu (1/2/2025).
Nobar Jadi Motor Penggerak Ekonomi Lokal
Menurut Seno, kegiatan nobar tidak hanya dimaknai sebagai ajang berkumpul menikmati pertandingan, tetapi juga momentum strategis untuk menguatkan ekonomi kerakyatan. Dengan menghadirkan festival kuliner dan bazar produk lokal di sekitar lokasi nobar, interaksi antara pelaku usaha kecil dan masyarakat akan semakin terbuka.
Ia juga menekankan pentingnya peran TVRI dalam memastikan akses siaran menjangkau seluruh lapisan warga, termasuk di daerah pelosok yang belum tersentuh televisi swasta. Dengan demikian, hak publik untuk menikmati tontonan berkualitas dapat terpenuhi secara setara.
Selain menyiapkan lokasi nobar, Pemprov Kaltim mendorong TVRI Kaltim menjadi creative hub selama perhelatan Piala Dunia 2026. Stasiun tersebut diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas komunitas, pemuda, dan pelaku kreatif daerah untuk terlibat dalam berbagai kegiatan pendukung.
“Ini bukan nobar biasa, tetapi menjadi sarana untuk menghidupkan ruang publik, mempererat kebersamaan, serta memberi ruang bagi UMKM dan pelaku kreatif untuk menunjukkan produknya pada masyarakat luas,” tambahnya.
Melalui konsep tersebut, Pemprov Kaltim berharap Piala Dunia 2026 tidak hanya hadir sebagai hiburan olahraga semata, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi lokal dan pengembangan sektor UMKM di Kalimantan Timur.
Redaksi Media Etam








