Sebelum Dibatalkan, Disdikbud Kukar Sudah Merasa Sekolah Daring Tidak Efektif

Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto. (Dilla/Media Etam)

TENGGARONG – Rencana penerapan pembelajaran daring (online) secara nasional pada April 2026 sebagai upaya penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah resmi dibatalkan oleh pemerintah pusat. Namun sebelum itu,  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar telah menilai kebijakan tersebut tidak efektif jika diterapkan di wilayah kabupaten.

Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menegaskan karakteristik transportasi di daerah sangat berbeda dengan kota metropolitan seperti Jakarta yang memiliki tingkat kemacetan ekstrem.

Bacaan Lainnya

Pujianto mengungkapkan, alasan penghematan energi melalui sekolah daring mungkin masuk akal di Jakarta, namun bagi masyarakat di pedalaman atau kampung-kampung di Kukar, kebijakan ini justru dianggap tidak memiliki korelasi yang kuat.

“Sebenarnya tidak efektif. Kalau di Jakarta boleh lah karena macet. Kalau di Kukar kan tidak macet, apalagi di kampung-kampung anak-anak ke sekolah tidak pakai kendaraan bermotor. Jadi apa yang mau dihemat?” ujar Pujianto, Rabu (25/3/2026).

Sekolah Daring + MBG = Repot

Disdikbud juga menyoroti potensi kekacauan operasional jika sekolah daring dipaksakan bersamaan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika siswa belajar di rumah namun orang tua tetap diminta mengambil paket makanan ke sekolah, hal tersebut justru memicu pemborosan BBM baru bagi wali murid.

“Kalau daring tapi paket MBG harus diambil ke sekolah, ya sama saja. Malah orang tua yang keluar kendaraan untuk mengambilnya. Tujuannya hemat BBM, tapi praktiknya malah menambah beban,” tambahnya.

Hingga saat ini, Disdikbud Kukar memastikan kegiatan belajar mengajar pada 31 Maret mendatang tetap berjalan normal secara tatap muka. Belum ada instruksi resmi dari Bupati maupun Sekda untuk beralih ke sistem daring.

SPPG Tunggu Instruksi Teknis

Di sisi lain, persiapan penyaluran perdana program Makan Bergizi Gratis (MBG) pasca-Ramadan terus dimatangkan. Kepala SPPG Jalan Panjaitan Tenggarong, Idhamsyah, menjelaskan bahwa fokus tim saat ini adalah memastikan distribusi perdana pada 31 Maret berjalan lancar.

Terkait isu sekolah daring yang beredar di media sosial, pihak pengelola SPPG mengaku belum berani mengambil keputusan operasional sebelum ada surat resmi.

“Sejauh ini persiapan tetap untuk tanggal 31. Mengenai info sekolah daring, kami masih menunggu arahan pimpinan. Rencana awal tetap mengantar ke sekolah seperti biasa. Jika ada perubahan mekanisme, pasti akan diinfokan lebih lanjut,” kata Idhamsyah.

Ia juga mengonfirmasi terkait menu MBG yang akan dibagikan nanti bukan lagi menu buka puasa atau sahur, melainkan kembali ke menu normal harian. Masyarakat dan orang tua siswa diimbau tetap merujuk pada informasi resmi dari pihak sekolah masing-masing terkait teknis penyaluran di akhir bulan ini.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait