Bawaslu Sambangi PAN Kukar, Wanti-Wanti Terjadi ‘Double’ Kepengurusan di SIPOL pada Pemilu 2029

Kunjungan Bawaslu ke Sekretariat PAN Kukar, Senin (4/5/26). (Dilla/Media Etam)

TENGGARONG – Meski perhelatan Pemilu 2029 masih lama, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai memanaskan mesin pengawasan. Melalui instruksi Bawaslu RI, Bawaslu Kukar melakukan kunjungan konsolidasi demokrasi ke sekretariat DPD PAN Kukar, Jalan Pesut, Kelurahan Timbau, Senin (4/5/2026).

Ketua Bawaslu Kukar, Teguh Wibowo, menjelaskan kunjungan ini bertujuan untuk menyinkronkan langkah menghadapi tahapan verifikasi partai politik yang dijadwalkan mulai bergulir pada Juli 2027 mendatang.

Bacaan Lainnya

Salah satu poin krusial yang didiskusikan adalah validitas data kader dan pengurus. Teguh mengingatkan agar partai politik melakukan verifikasi internal secara ketat guna menghindari adanya nama pengurus yang terdaftar di lebih dari satu partai (ganda).

“Kami berdiskusi mengenai kesiapan verifikasi parpol tahun 2027. Jangan sampai ada pengurus atau kader yang ‘terdobel’. Misal si A ada di partai A, tapi namanya muncul juga di partai B. Hal ini sering terjadi karena kader pindah partai namun kartu anggota di tempat lama belum dicabut,” ujar Teguh.

Ia juga menyoroti aspirasi dari partai politik mengenai Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) yang diharapkan ke depan bisa lebih terintegrasi.

“Masukannya adalah sistem SIPOL yang lebih canggih begitu satu NIK diketik, langsung ketahuan dia masuk partai mana saja, sehingga bisa langsung dipilah,” tambahnya.

PAN Kuatkan Database Internal

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD PAN Kukar, Aini Farida, menyambut baik langkah proaktif Bawaslu. Dirinya menyebut secara internal, PAN Kukar telah merapikan struktur organisasi dari tingkat kabupaten hingga ranting untuk mencegah tumpang tindih data.

“Alhamdulillah struktur pengurus di DPD PAN sudah clear. Kami sudah melakukan pelatihan serentak bersama DPW tanggal 25 lalu. Untuk data-data kepengurusan insya Allah di PAN tidak ada yang tumpang tindih,” tegas Aini Farida.

Saat ini, PAN Kukar menduduki peringkat keempat partai politik di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan raihan 4 kursi dari 6 daerah pemilihan (dapil) yang tersedia. Menatap Pemilu 2029, PAN mematok target ambisius.

“Harapan kami di 2029 bisa mempertahankan peringkat, syukur kalau naik. Target utama adalah mengisi dua kursi di dapil yang saat ini masih kosong dan meningkatkan perolehan kursi di dapil yang sudah ada,” tuturnya.

Aini menambahkan, kekuatan PAN di Kukar saat ini ditopang oleh 20 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan kepengurusan tingkat ranting yang sudah terbentuk hampir 99 persen di seluruh desa/kelurahan.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait