Panaskan Mesin Partai, Gerindra Kukar Komitmen Kawal Program Pusat dan Perjuangkan Nasib Petani

Ketua DPD Gerindra Kukar, Alif Turiadi. (Dilla/Media Etam)

TENGGARONG – Mesin politik DPD Gerindra Kutai Kartanegara (Kukar) mulai dipanaskan. Di bawah komando Alif Turiadi, partai berlambang kepala burung garuda ini rutin turun ke tingkat kecamatan untuk merapatkan barisan menyongsong pesta demokrasi mendatang.

Alif Turiadi menegaskan bahwa konsolidasi ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan langkah strategis untuk menyusun peta kemenangan sekaligus memastikan program-program pemerintah pusat sampai ke tangan masyarakat bawah.

Bacaan Lainnya

“Konsolidasi ini penting untuk menyusun strategi pemenangan. Selain itu, fokus kami adalah mengawal dan menyukseskan program pemerintah yang pro-rakyat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga beasiswa,” ujar Alif, Kamis (29/1/2026).

Gerindra Kukar juga berkomitmen menjembatani aspirasi warga yang selaras dengan prioritas daerah, terutama menyangkut infrastruktur jalan dan penguatan ketahanan pangan. Alif menilai sinergi antara kebijakan pusat dan daerah harus berjalan beriringan agar dampak pembangunan benar-benar dirasakan warga.

Namun, di tengah hiruk-pikuk konsolidasi politik tersebut, jeritan riil datang dari sektor pertanian di Tenggarong. Kaliman, seorang petani setempat, membeberkan kondisi pahit yang dialami rekan-rekannya di lapangan.

Dirinya menyebut kedaulatan pangan sulit tercapai jika infrastruktur dasar seperti pengairan masih terbengkalai.

“Kami sangat butuh sistem pengairan yang maksimal. Selama ini hanya mengandalkan tadah hujan dan bendungan parit kecil. Sebenarnya sudah ada sumur bor, tapi kondisinya rusak dan tidak berfungsi sama sekali untuk mengairi sawah,” keluh Kaliman.

Kesenjangan antara target swasembada pangan pemerintah dengan fakta rusaknya fasilitas irigasi di tingkat petani menjadi pekerjaan rumah besar.

Kaliman berharap komitmen politik yang digaungkan partai-partai besar bisa segera menyentuh perbaikan sumur bor dan sistem irigasi teknis agar petani tidak lagi hanya bergantung pada cuaca.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait