Dorong Pertanian Mandiri, Distanak Kukar Genjot Program Kredit Kukar Idaman Tanpa Bunga

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, M. Taufik. (Nur/Media Etam)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan terus berkomitmen memperkuat sektor pertanian agar semakin mandiri dan berkelanjutan. Salah satu langkah nyata yang tengah dijalankan adalah Program Kredit Kukar Idaman (KKI), yang memberikan akses pembiayaan tanpa bunga dan tanpa agunan bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil di bidang pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, M. Taufik, menjelaskan bahwa program ini menjadi salah satu wujud nyata dari visi dan misi Kukar Idaman Terbaik yang digagas oleh Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin. Menurutnya, keberadaan KKI telah memberikan harapan besar bagi masyarakat pelaku usaha di pedesaan untuk mengembangkan produktivitas tanpa terbebani bunga pinjaman.

Bacaan Lainnya

“Program KKI ini dikelola melalui koperasi dan berada di bawah koordinasi Dinas Koperasi dan UKM. Berdasarkan laporan dari Bankaltimtara, tingkat penyerapan program ini cukup baik dan terus meningkat dari waktu ke waktu,” terangnya.

Ia menegaskan KKI bukanlah bentuk bantuan hibah dari pemerintah daerah, melainkan kredit yang disalurkan melalui mekanisme perbankan dengan ketentuan yang berlaku. Meskipun demikian, syaratnya tetap dibuat ringan agar mudah dijangkau oleh masyarakat kecil, khususnya petani dan nelayan.

Untuk memastikan program ini tepat sasaran, Distanak Kukar mengerahkan para penyuluh lapangan agar aktif melakukan sosialisasi dan pendataan calon penerima manfaat. “Kami minta setiap penyuluh mendata nama petani atau kelompok tani yang berminat. Data itu kemudian diserahkan ke Bankaltimtara untuk dilakukan proses seleksi,” jelasnya.

Proses seleksi penerima KKI, kata Taufik, dilakukan dengan sistem penilaian yang transparan dan terukur. Calon penerima akan melalui tahapan pemeriksaan kelayakan kredit guna memastikan tidak ada tunggakan atau permasalahan keuangan yang dapat menghambat pelaksanaan program.

“Dari hasil pemeriksaan, ada calon penerima yang masuk kategori hijau dan ada juga yang merah karena masih memiliki pinjaman di koperasi atau pinjol. Semua terdeteksi otomatis oleh sistem perbankan,” tambahnya.

Perluas Lahan Pertanian, Kuatkan SDM

Selain program KKI, sektor pertanian Kukar juga mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi. Tahun ini, Kukar memperoleh alokasi program optimasi lahan rawa seluas 1.300 hektare yang tersebar di Kecamatan Marangkayu, Anggana, dan Samboja. Program tersebut digagas oleh Kementerian Pertanian, sementara Distanak Kukar berperan menentukan calon penerima manfaat serta lokasi pelaksanaan di lapangan.

Taufik menambahkan, dengan jumlah kelompok tani yang mencapai hampir 49.000 orang, sinergi antarinstansi terus diperkuat agar seluruh petani dan peternak benar-benar merasakan manfaat dari berbagai program pemerintah. Ia optimistis, langkah ini akan membawa dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian.

“Tujuan utama kami adalah menciptakan pertanian Kukar yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Dengan dukungan dari seluruh pihak, kami yakin kesejahteraan petani Kukar akan terus meningkat dari tahun ke tahun,” tutup Taufik. (Nur/Adv/Prokom Kukar)

Bagikan:

Pos terkait