Desa Batuah Bangun Kelompok Dasa Wisma, Sumbangsih Ketahanan Pangan Kukar

(Infografis: Ahmad Fajri Alam/Mediaetam.com)

Mediaetam.com, Tenggarong – Desa Batuah Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara mulai membangun ketahanan pangan di tengah badai pandemi Covid-19 dengan membangun Dasa Wisma.

Hingga sekarang jumlah Dasa Wisma yang ada di Desa Batuah telah mencapai 84 kelompok.

Bacaan Lainnya

Program ini di inisiasi oleh Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Batuah untuk memenuhi kebutuhan pangan dan membangun ekonomi mandiri masyarakat.

Salah satu Dasa Wisma berada di RT 29 dengan nama Pucuk.

Produk dari dasa wisma Pucuk. [Mediaetam.com]
Dasa Wisma pucuk mulai membangun kebun sebagai ketahanan pangan sejak bulan Januari 2020 sempat tertunda selama dua bulan karena pandemi Covid-19.

Hal ini di jelaskan oleh Ketua Dasawisma Pucuk, Andriana Putri saat diwawancara mediaetam.com, beberapa waktu yang lalu.

Dia menjelaskan bahwa tanah yang dikelola seluas 1100 meter, di atasnya terdapat berbagai macam tanaman dan peternakan.

“Untuk tanaman sayur ada toge, jagung, ubi, jahe, cabe, pisang, dan untuk peternakan ada budidaya ikan lele dan juga ayam,” ucapnya.

Kebanyakan dari hasil panen banyak digunakan untuk konsumsi warga yang mengelola dan jikalau berlebih akan dibeli oleh warga sekitar dan juga para pengusaha katering .

Dia menambahkan bahwa untuk Dasawisma Pucuk sendiri dikelola oleh 19 orang pengurus yang mayoritas adalah ibu rumah tangga.

Untuk pertama kali pembangunan Kebun pangan ini dibantu oleh Agus dan Nawir sebagai penyuluh pertanian Desa.

“Bibit berasal dari pak Agus dan pak Nawir, juga biasa kita beli di toko terdekat”, ucap Adriana

Dia menambahkan konsep yang dibangun pun juga kita buat semenarik mungkin, kebun yang ada dipermak dan dipercantik mirip lokasi agro wisata.

Disana terdapat gazebo pohon, tempat santai yang didesain berbentuk kapal, tulisan yang dibentuk dari tanaman hias, pelang selamat datang, dan gerbang yang didesain menarik dari kayu dan tumbuhan.

“Sudah banyak yang mulai tertarik dengan desain kebun ini dan berkunjung ke sini, untuk tarif belum ada kita tetapkan,” ucapnya.

 

Bisa jadi tempat asyik berfoto

Yeni, Sekretaris Dasawisma Pucuk turut menjelaskan bahwa mereka tidak hanya langsung menjual hasil panen pertanian, tapi juga dibuatkan produk agar punya nilai tambah lebih.

Meski baru memulai dan produksinya yang terbatas kedepan dia berharap produksinya bisa lebih besar.

“Baru berjalan selama 2-3 bulan setelah aktif pasca Covid-19,” ucapnya.

Produk yang mereka tawarkan ada 6 jenis, stik ubi ungu, kripik ubi ungu, stik seledri, jahe merah instan, kripik pisang, dan pupuk kompos.

“Pasarannya masih sekitar Desa Batuah, karena juga belum memiliki izin produk,” ucapnya

Dia menambahkan izin sendiri baru diurus oleh pemerintah desa Batuah, ke depan akan disatukan izinnya bagi produk yang jenisnya sama dengan daswisma lain yang ada.

Sebagai Informasi bahwa Kelompok Dasawisma yang membangun ketahanan pangan merupakan swadaya masyarakat dan dikelola langsung oleh masyarakat.

Desa Batuah juga akan laksanakan Lomba antar Dasa Wisma untuk sebagai salah satu apresiasi dan support yang diberikan oleh pemerintah desa.

Juri yang akan dihadirkan Kepala Bidang Pengembangan Komunikasi Publik Diskominfo Ahmad Rianto dan ketua PPL Agus Priyono. (Akbar)

Bagikan:

Pos terkait