TENGGARONG – Jalan poros KM 28 Desa Batuah, yang menjadi penghubung Kukar-Balikpapan kembali mengalami kerusakan. Padahal jalur tersebut belum lama diperbaiki. Bahkan aspal yang meletot terbawa tanah amblas masih terlihat hitam segar. Kok bisa ya?
Rusaknya jalur tersebut kembali menjadi sorotan masyarakat. Pantauan di lapangan menunjukkan badan jalan ambles di titik yang sama dengan kejadian sebelumnya. Kondisi ini membuat arus lalu lintas tersendat. Kendaraan masih bisa melintas, namun harus bergantian dan dengan kecepatan terbatas demi menghindari risiko kecelakaan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Linda Juniarti, menjelaskan bahwa kerusakan tersebut dipicu oleh pergerakan tanah yang diperparah curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, faktor alam masih menjadi tantangan utama di kawasan tersebut.
“Secara teknis, penurunan badan jalan terjadi akibat kondisi tanah yang labil dan intensitas hujan yang cukup tinggi,” ujar Linda, Senin (22/12/2025).
Menunggu Laporan Pihak Kecamatan
Meski demikian, Linda mengaku pihaknya belum menerima laporan resmi dari Pemerintah Kecamatan Loa Janan. Namun, ia memastikan koordinasi tetap akan dilakukan, mengingat ruas jalan tersebut berada di bawah kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPPJN).
“Biasanya jika ada kejadian seperti ini, laporan dari kecamatan akan segera diteruskan untuk ditindaklanjuti bersama BPPJN. Mereka punya sistem pemantauan dan PPK yang bertanggung jawab di setiap ruas,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Loa Janan, Hery Rusnadi, menyebut penurunan tanah terjadi di lokasi lama yang memang rawan. Ia menaksir amblesan mencapai sekitar 10 sentimeter, meski luas pastinya masih menunggu pengecekan lebih lanjut.
“Kondisinya memang mengkhawatirkan karena ini jalur utama. Untuk sementara masih bisa dilewati, tapi kendaraan harus antre dan bergantian,” katanya.
Hery mengimbau pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari dan saat hujan. Ia juga menyarankan masyarakat memanfaatkan jalur alternatif, seperti jalan tol, guna menghindari potensi bahaya.
Warga pun berharap Pemkab Kukar, mulai dari tingkat desa hingga OPD terkait, segera mengambil langkah konkret. Pasalnya, jalan tersebut menjadi nadi aktivitas ekonomi dan mobilitas harian masyarakat Kukar–Balikpapan.
Jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan meluas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Penulis: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








