Warga Tenggarong Digegerkan Isu Teror Kuyang, Apakah Sosoknya Nyata?

Ceceran darah dirumah warga gang Ulin Jalan Kartini, Tenggarong. (IST)

TENGGARONG – Suasana malam di Jalan Kartini, Gang Ulin, Kecamatan Tenggarong, mendadak berubah mencekam. Warga setempat dibuat resah oleh kemunculan suara-suara tak biasa disertai tetesan cairan berwarna merah kental yang ditemukan di beberapa rumah, Minggu malam (21/12/2025).

Peristiwa tersebut cepat menyebar dari mulut ke mulut hingga memicu kekhawatiran warga. Dugaan pun mengarah pada sosok kuyang, makhluk dalam cerita rakyat Kalimantan yang kerap dikaitkan dengan kejadian mistis.

Bacaan Lainnya

Tak hanya terjadi di Gang Ulin, Jupana, salah seorang warga, mengaku rumahnya juga sempat mengalami kejadian serupa beberapa hari sebelumnya, tepatnya malam Jumat (18/12/2025). Ia menyebut menemukan cairan mirip darah di dinding rumahnya.

“Di rumah saya juga pernah. Ada cairan di dinding, sempat saya bersihkan. Setelah itu badan saya langsung sakit. Makanya pas dengar kejadian di Jalan Kartini, saya yakin ini persis,” ujarnya.

Cerita tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah warganet ikut membagikan pengalaman serupa di media sosial. Sebagian komentar mengaitkan fenomena ini dengan mitos kuyang yang dipercaya menyukai darah ibu hamil dan bayi.

Salah satu komentar warganet bahkan menceritakan pengalaman pribadi yang diklaim berkaitan dengan keberadaan kuyang di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Kisah tersebut pun menuai beragam reaksi, mulai dari rasa takut hingga perdebatan antara kepercayaan dan logika.

Apakah Kuyang Itu Nyata?

Berdasarkan buku Ensiklopedi Hantu dan Makhluk Gaib Nusantara, Ferren Bianca, (2019:34),  kuyang adalah sosok siluman berwujud kepala manusia dengan isi tubuh yang menempel tanpa kulit dan anggota badan yang dapat terbang untuk mencari darah bayi.

Makhluk ini digambarkan sebagai kepala yang melayang dengan bagian bawahnya tidak utuh, yaitu berupa organ dalam seperti hati, paru-paru, serta jantung yang menggantung.

Menurut kepercayaan masyarakat tempo dulu, kuyang merupakan perempuan yang mengejar kekuatan, awet muda serta umur panjang melalui ilmu hitam. Ritualnya adalah dengan mengisap darah bayi yang baru lahir.

Cerita tentang kuyang sudah turun menurun di tanah Kalimantan. Namun apakah kuyang itu nyata? Sampai sekarang, keberadaannya belum pernah terbukti secara ilmiah. Sehingga statusnya masih mitos.

Adapun foto, gambar, atau video yang menampilkan sosok kuyang, sejauh ini belum ada yang valid. Semua sumber itu dinyatakan hoaks yang diproduksi untuk konten mistis atau tujuan lain seperti menakut-nakuti.

Adi, dalam laporannya di Kumparan menyebut jika cerita yang identik dengan kuyang juga terdapat dalam budaya lain di Asia Tenggara. Semisal legenda penanggal di Malaysia dan Thailand yang memiliki ciri-ciri serupa.

“Dari sudut pandang antropologis, kisah kuyang dianggap sebagai simbol budaya yang terkait dengan ketakutan dan kekhawatiran masyarakat terhadap kematian ibu dan bayi, yang dulunya sering terjadi karena minimnya pengetahuan medis dan akses terhadap layanan kesehatan.”

“Para ahli berpendapat bahwa kisah ini mungkin berkembang untuk menjelaskan atau mengatasi rasa takut akan bahaya yang mengancam kesehatan perempuan dalam masa kehamilan dan melahirkan,” pungkasnya.

Penulis: Nur Fadillah Indah & Redaksi Media Etam

Bagikan:

Pos terkait