Retribusi Pasar Kukar Tembus Rp1,6 Miliar, Disperindag Optimistis PAD Bisa Naik Lagi

Plt. Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah. (Dilla/Media Etam)

TENGGARONG – Sektor pasar di Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menunjukkan taringnya sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar mencatat capaian retribusi pasar tahun 2025 jauh melampaui target.

Plt. Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, mengungkapkan target retribusi pasar tahun ini sebenarnya hanya dipatok sebesar Rp800 juta. Namun hingga Desember 2025, realisasi justru melonjak.

Bacaan Lainnya

“Pasar ini bisa menyumbang PAD yang signifikan. Tahun 2025 kita ditarget Rp800 juta, tapi Alhamdulillah sampai Desember ini kita tembus Rp1,6 miliar,” ujar Sayid, Selasa (23/12/25).

Terlebih, Pasar Tangga Arung diperkirakan bisa beroperasi sejak bulan depan. Sehingga bisa ikut berkontribusi pada PAD.

“Artinya ke depan kita bisa tingkatkan lagi. Dengan tambahan Pasar Tangga Arung, kami optimis retribusi bisa tembus Rp2 miliar bahkan lebih,” tuturnya dengan optimistis.

Tunggakan Sewa Kios Tetap Harus Dibayar

Tak hanya soal pemasukan baru, Disperindag Kukar juga tetap serius menagih tunggakan retribusi pedagang dari tahun-tahun sebelumnya.

“Tunggakan tetap harus dibayar. Tidak ada penghapusan, karena BPK tidak mengenal penghapusan. Tapi kalau dicicil, itu boleh,” jelasnya.

Kabar baiknya, sebagian besar pedagang disebut sudah menyelesaikan kewajibannya. Dari data yang diterima Disperindag, sekitar 80 persen pedagang telah melunasi tunggakan retribusi.

“Tinggal sekitar 20 persen lagi, dan itu tetap akan kami tagih,” tegas Sayid.

Disperindag Kukar berharap sektor pasar bisa menjadi salah satu penopang utama PAD ke depan, sekaligus mendorong pengelolaan pasar yang lebih tertib dan profesional.

Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait