TENGGARONG – Sejumlah pedagang di Pasar Gerbang Raja Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, mengeluhkan kondisi pasar yang kian sepi pengunjung. Kondisi ini diduga kuat akibat menjamurnya pedagang liar yang berjualan di pinggir jalan secara terpencar, sehingga pembeli enggan masuk ke dalam pasar resmi.
Salah seorang pedagang sayur, Aini, menyebut bahwa pendapatannya menurun drastis. Saat ini, ia hanya mampu mengantongi omzet antara Rp250 ribu – Rp500 ribu per hari, angka yang dianggap sangat minim untuk skala pasar induk.
“Pendapatan itu pun mayoritas dari pelanggan tetap. Kalau mengharap pembeli eceran yang datang langsung, sangat sulit sekarang,” keluhnya, Kamis (26/2/2026).
Menurut Aini, tidak maksimalnya penjualan di pasar resmi disebabkan oleh banyaknya pedagang basah (ikan, ayam, dan sayur) yang memilih berjualan di luar area pasar atau di pinggir jalan. Hal ini membuat daya beli masyarakat terpecah dan tidak terpusat di Pasar Mangkurawang.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa bertindak tegas. Satukan semua pedagang basah di dalam Pasar Mangkurawang agar ekonomi kami kembali tumbuh,” tambahnya.
Respons Pemkab
Menanggapi keluhan tersebut, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah, menyatakan pihaknya siap menampung para pedagang pinggir jalan tersebut ke dalam area pasar. Ia menegaskan kapasitas Pasar Mangkurawang 2 masih sangat mencukupi.
Namun demikian, Sayid menegaskan bahwa terdapat batasan kewenangan dalam proses penertiban pedagang. Ia menjelaskan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) hanya bertanggung jawab dalam pengelolaan serta penyediaan lapak di dalam area pasar yang menjadi aset pemerintah daerah.
Sementara itu, untuk penindakan terhadap pedagang yang berjualan di pinggir jalan atau di luar area pasar, kewenangan tersebut berada di tangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutai Kartanegara sebagai aparat penegak peraturan daerah (Perda).
“Kami siap menampung pedagang ikan, ayam, maupun sayur ke dalam pasar. Namun, kami tidak bisa menindak mereka yang di luar pasar karena itu bukan kewenangan kami,” jelas Sayid.
Ia meyakini, jika seluruh pedagang dikumpulkan dalam satu titik di Pasar Mangkurawang tanpa ada pilihan belanja di pinggir jalan, maka aktivitas pasar akan kembali ramai dan produktif bagi seluruh pedagang.
Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








