Menikmati Perairan Kukar dengan Queen Orca Houseboat

(Infografis: Ahmad Fajri Alam/Mediaetam.com
(Infografis: Ahmad Fajri Alam/Mediaetam.com

Mediaetam.com, Tenggarong – Embun masih meresap di sekeliling jalanan Tenggarong, pagi itu. Dinas Komunikasi dan Informatika mengajak jurnalis untuk menyusuri Sungai Mahakam menggunakan kapal Queen Orca Houseboat.

 

Bacaan Lainnya

Kapal yang bersandar di dermaga depan museum tersebut agak berbeda dengan penampilan kapal yang lalu lalang di sungai. Kapal dengan dua lantai tersebut memilik tampilan khas layak kapal berlayar pada umumnya.

 

Pertama kali menginjakkan kaki di kapal, kita akan bertemu dengan anjungan, tempat pengemudi kapal, memberikan senyuman ramah pada rombongan.

Tepat beberapa meter di belakang kapten, terdapat pintu yang terdapat sembilan kamar, dan juga dua kamar di lantai atas. Masing-masing kamar memiliki dua kasur dan pendingin ruangan selalu dinyalakan saat ada penumpang yang menyewa kapal.

Kapal ini juga memiliki fasilitas tiga kamar mandi dan juga dapur umum untuk mengolah makanan.

General Manager Queen Orca Dedi Nala Sudarya mengatakan tarif Rp 8,5 juta untuk maksimal 40 orang.

“Tarif ini belum termasuk konsumsi, dan kapal ini menggunakan dua mesin,” ucapnya saat diwawancara pada agenda gathering jurnalis Diskominfo beberapa waktu yang lalu.

Dia menambahkan apabila ingin mendapatkan paket kuliner sajian dari Queen Orca Houseboat, satuannya sebesar Rp 120 ribu.

“Semua bergantung dengan keinginan penumpang, apakah ingin menyediakan konsumsi sendiri, atau ingin disediakan oleh pihak kapal, dan menu bisa menyesuaikan,” kata Dedi

Dia mengungkapkan bahwa kapal ini bisa digunakan di Tenggarong hingga Kutai Barat tergantung pesanan penyewaan.

“Kami akan memperbanyak kerja sama dengan kampung wisata, agar penumpang bisa memilih rute yang ingin dilalui,” kata Dedi.

Selain kamar, kapal ini juga menyediakan ruang pertemuan sekaligus ruang perjamuan. Ruangan itu dapat digunakan untuk makan bersama dan rapat.

Kapal ini juga menyediakan fasilitas karaoke bersama untuk bernyanyi di tengah perjalanan.

Bukan hanya untuk sewa per hari dan berkeliling, pihak kapal juga menawarkan paket meeting.

“Dengan durasi 4 jam, pengguna bisa menyewa dengan tarif Rp 3,5 juta,” katanya

Dia kembali menambahkan, Queen Orca Houseboat sebelumnya bernama Kutai Permai. Dibuat sekitar 1995, saat ia pertama kali melihat kapal mengaku langsung kagum. Sebab, kapal ini dibuat dari kayu-kayu pilihan.

 

“Saat 1995 itu masih zaman kejayaan kayu. Sehingga mencari kayu masih mudah,” kata dia.

 

Dedi mengatakan bahwa kapal ini punya sejarah yang panjang, ada banyak tokoh nasional maupun Kukar yang pernah berlayar menggunakan kapal Quen Orcha.

 

Saat Bupati Kutai Kartanegara dijabat Syaukani Hasan Rais, Kutai Permai menjadi langganan Pemerintah Kabupaten Kukar untuk mengunjungi sejumlah desa di Kukar. Bahkan, bupati sebelumnya, Rita Widyasari juga sempat menyewa kapal ini beberapa hari. Rita menggunakannya untuk mengunjungi desa-desa dalam rangka kampanye pemilihan kepala daerah.

 

“Pada 2019 akhir saya berusaha menawarkan untuk mengelola dan akhirnya dipercaya,” ucapnya

 

Dia menambahkan kapal yang sempat lama tidak beroperasi ini memiliki sejumlah kerusakan. Sehingga sejumlah renovasi dilakukan tanpa mengubah bentuk awal kapal ini.

 

Meski berkapasitas 40 orang, Dedi juga memaparkan akan merenovasi ruangan guna menambah jumlah kamar. Saat ini, terdapat 11 kamar yang dapat digunakan untuk 22 orang. Ke depan, Dedi ingin merenovasi agar kamar dapat digunakan hingga 26 orang.

 

Kemudian, jika modal mencukupi, Dedi ingin melakukan renovasi tahap ketiga di lantai dua kapal. Karena pandemi Covid-19, Queen Orca Houseboat baru membuka pelayanan sejak Agustus lalu.

 

Mayoritas yang menggunakan kapal ialah pengusaha, rombongan keluarga, instansi atau lembaga pemerintahan, dan perusahaan swasta.

Kapal Queen Orca

Di awal, Dedi mengungkapkan bahwa target untuk lebih memperkenalkan ke masyarakat luas sehingga diberikan harga diskon.

 

“Dari faktor keselamatan renovasi tahap awal langsung berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kukar,” ucapnya

 

Dia menambahkan bahwa perangkat keselamatan telah dicek dan mendapatkan izin untuk digunakan.(Akbar)

 

Video:

Bagikan:

Pos terkait