Alasan BI Tidak Ikut Antre Pinjaman IMF

Bank Indonesia [bisnis]

Mediaetam.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mengatakan alasan tidak ikut antre ke Dana Moneter Internasional (IMF). Demi memulihkan perekonomian, terdapat 28 negara mengantre kucuran dana dari IMF. Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior BI mengatakan perekonomian Indonesia masih baik jika dibandingkan negara lain. Alasan itulah yang membuat BI tidak ikut antre pinjaman IMF.

Bank Indonesia [bisnis]
“Sudah ada 28 negara telah ajukan permintaan bantuan dari IMF. Bagaimana dengan Indonesia? Alhamdulilah sejauh ini kita masih dalam posisi yang cukup baik,” kata Destry ketika ditemui di Peluncuran Buku Kajian Stabilitas Keuangan September 2022, Jumat (21/10/2022).

Bacaan Lainnya

Ketidakpastian globat memberikan dampak pertumbuhan ekonomi melambat. Kabar baiknya, ekonomi Indonesia masih mampu naik diatas 5%. Selama 2022 diperkirakan dapat melebihi  target sasaran BI yaitu 4,5-5,3 persen.

Perkiraan pertumbuhan ekonomi 2023 pun dirasa masih kuat meskipun lebih lambat dari tahun ini.

“Kalau dilihat pertumbuhan ekonomi di Kuartal II ini juga sangat didukung pertumbuhan ekonomi broad based sisi konsumsi dan investasi tumbuh, dan sisi ekspor yang tumbuh cukup kuat. Ini tentunya menopang perbaikan dan pertumbuhan ekonomi kita,” Destry menjelaskan.

Namun, kewaspadaan dan optimisme harus tetap ada karena gejolak ekonomi global dapat berpengeruh pada perekonomian dalam negeri.

Terlihat pada inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) yang menanjak walaupun masih dalam batas toleransi.

Terjadi inflasi nasional sebesar 5,95% pada September 2022. Inflasi ini sebagian besar dikarenakan tingginya harga pangan.

Berdasarkan catatan diketahui inflasi IHK September 2022 lebih tinggi dari inflasi IHK Agustus 2022 yaitu 4,69%. Bertambahnya inflasi karena harga bahan bakar minyak (BBM) naik.

“Salah satu penyumbang inflasi terbesar inflasi pangan dan alhamdulilah dalam 2 bulan terakhir sudah tunjukan tanda tanda penurunan,” kata Destry.

Presiden Joko Widodo mengatakan ada 28 negara antre jadi pasien IMF. Kondisi ini akibat dari ketidakpastian situasi global.

“Pagi tadi saya dapat informasi dari pertemuan di Washington DC, 28 negara sudah antre di markasnya IMF, menjadi pasien,” kata Presiden Jokowi ketika pembukaan Investor Daily Summit 2022 pada Selasa (11/10/2022) secara daring.

“Ini yang sekali lagi kita tetap harus menjaga optimisme tapi yang lebih penting hati-hati dan waspada, eling lan waspodo,” Presiden Jokowi menegaskan.

Jokowi mengatakan hampir seluruh negara di dunia mengalami inflasi. Perubahan iklim dan situasi geopolitik juga membuat krisis ekonomi dan energi semakin mengerikan.

Presiden jokowi berpendapat negara manapun berpotensi terdepak dengan cepat dengan keadaan saat ini.

“Apabila tidak hati-hati dan tidak waspada, baik dalam pengelolaan moneter dan pengelolaan fiskal, apalagi setelah perang Rusia dan Ukraina, kita tahu, pertumbuhan ekonomi di tahun 2023 yang sebelumnya diperkirakan 3 persen, terakhir sudah diperkirakan jatuh di angka 2,2 persen,” Presiden Jokowi menjelaskan.

 

Sumber: 28 Negara Antre Jadi Pasien IMF, BI Ungkap Alasan Indonesia Tidak Ikutan

 

Editor: Eny Lestiani

Bagikan:

Pos terkait