Mediaetam.com, Samarinda – Masih terdapat prasarana jalan berlubang di kota Samarinda padahal jalan merupakan akses utama masyarakat untuk melakukan kegiatan sehari-hari.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan, atas apa yang terjadi Anhar selaku anggota komisi III DPRD Samarinda pun menanggapi keluhan masyarakat, dirinya menyebutkan bahwa salah satu penyebab jalan rujak yaitu jalan yang sering tengenang air sehingga lambat laun daya rekat kontruksi jalan mulai menurun kualitas nya.
“Itu salah satunya sering terjadi rendaman karena banjir akhirnya terjadi kerusakan jalan karena terlalu lama terendam,” ucapnya Senin (15/05/2023).
Lanjutnya, dalam menangani persoalan jalan rusak baik pemerintah provinsi dan pemerintah kota harus saling mensuport dan kordinasinya tidak boleh salah untuk menghindari saling lempar tanggung jawab. Sehingga dalam penanganan nya tidak perlu misalnya harus melibatkan pemerintah pusat untuk turun tangan.
“Kalau kita lihat sudah ada peran Pemrov membantu dan juga Pemkot, kalau nanti diambil alih oleh Pusat itu bukan kebanggaan tapi miris berarti kota dan provinsi dianggap tidak bisa bekerja,” jelasnya.
Di akhir Anhar turut mengapresiasi upaya Pemkot yang membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) pemeliharaan jalan dan pemeliharaan saluran drainase yang dinaungi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda.
“Soal Pemkot membentuk UPTD untuk perbaikan jalan dan drainase kita respon itu, saya apresiasi meskipun banyak kekurangan, kita juga berharap pemerintah jangan anti kritik dan tipis kuping. Kalau programnya baik pasti kita dukung dan tentu saling mengingatkan,” tutupnya.







