TENGGARONG – Tepian Indah Desa Kota Bangun Ulu tampak berbeda pada Sabtu malam (30/11/25). Lampu-lampu kecil menyala berderet, angin sungai meniup lembut, dan masyarakat mulai berkumpul menanti dimulainya AWUH “Acara Wadeh Urang Hulu”.
Tepat pukul 20.00 Wita, suasana berubah meriah ketika acara resmi dibuka, dihadiri Plt Dispar Kukar Arianto, Anggota DPRD Kukar Sopan Sopian dan Taufik Ridiannur, camat, kades, serta tokoh masyarakat lainnya.
Suasana mulai hangat ketika band M2Studio naik ke panggung dan membawakan lagu khas hulu berjudul Beolahan. Alunan musiknya membuat banyak warga ikut bersenandung pelan, menikmati nuansa kampung halaman yang kental.
Tak lama kemudian, panggung berganti energi. Siswi SMK Jaya Kencana Kota Bangun menampilkan Tari Sahung, sebuah tarian yang ceria, lincah, dan penuh kerja sama. Tarian ini menggambarkan keceriaan remaja dalam permainan tradisional Sahung, menyiratkan eratnya persahabatan dan kekompakan anak-anak hulu. Penonton tampak tersenyum dan menikmati setiap gerakannya.
Kejutan berikutnya datang dari kelompok bela diri Kera Sakti. Mereka tak hanya menampilkan jurus, tetapi juga aksi ekstrem seperti membelah bata hingga atraksi kekebalan dengan berbaring di atas pecahan beling. Riuh tepuk tangan terdengar ketika aksi itu selesai.
Kolaborasi UMKM dan Seni Budaya
Kepala Bidang (Kabid) Ekraf Dispar Kukar, Zikri Umulda, menjelaskan bahwa “AWUH” merupakan bagian dari rangkaian program AKAR Kukar (Aksi Kreatif Angkat UMKM Kukar). Ia menceritakan perjalanan kegiatan sejak Oktober, mulai dari pelatihan digital marketing, manajemen bisnis, hingga pelatihan branding produk. Semua itu kemudian dirangkum dalam acara puncak AWUH, yang menjadi wadah bagi UMKM untuk mempraktikkan hasil pelatihan dan memamerkan produk mereka.
“Semua UMKM di depan kita ini adalah hasil dari dua pelatihan kemarin. Kami kombinasikan dengan seni pertunjukan agar ekonomi lokal, khususnya di Kecamatan Kota Bangun, bisa makin hidup. Bangga produk Kutai Kartanegara,” ujar Zikri.
Suasana semakin cair ketika Arianto memberikan sambutan. Ia berharap kegiatan seperti AWUH dapat berlangsung rutin, bahkan menjadi ikon mingguan seperti SOE di Tenggarong.
“Jangan berhenti di malam ini saja. Kami siap memfasilitasi, mulai dari pelatihan sampai tempat usaha. Tenant-nya gratis dari Dispar Kukar,” ungkapnya.
Ia juga memberi dorongan penuh kepada warga Kota Bangun Ulu agar menjadikan AWUH sebagai ajang berkumpul, berkarya, sekaligus berjualan.
“Acara ini dari Kota Bangun, untuk Kota Bangun. Viralkan saja di medsos supaya makin ramai dan kalau ada yang kurang seperti lampu atau parkiran, mari kita benahi bersama,” katanya.
Jadi Ajang Rutin
Selain itu, Kades Kota Bangun Ulu, Khairil Umam turut menyampaikan rasa senangnya.
“AWUH kita launching malam ini, kerja sama antara Ekraf Kukar, Ekraf Kecamatan dan Pokdarwis,” jelasnya.
Dirinya juga berharap kegiatanini tak berhenti sampai malam ini saja.
“Seperti yang disampaikan Pak Kadispar Kukar Arianto, kalau bisa sampai kiamat terus dilaksanakan,” tambahnya.
Malam AWUH kemudian ditutup dengan simbolis penyerahan alat bantuan Ekraf untuk Kecamatan Kota Bangun Ulu dari Dispar Kukar bersama Anggota DPRD Kukar, Sopan Sopian dan Taufik Ridiannur. Di tepian sungai itu, warga masih tampak bercengkerama, sementara para pelaku UMKM sibuk melayani pembeli. Malam terasa hangat, seolah menjadi awal baru bagi geliat ekonomi dan kreativitas di Kota Bangun Ulu.
Penulis: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








