Bali United Jadi Tim Pertama yang Kalahkan Borneo FC Berkat Duplikat Taktik Madura

Kehadiran Maicon dan Juan Villa di lapangan belum cukup untuk membawa Borneo FC meraih kemenangan. (BFCS)

Bali United berhasil mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang memberi kekalahan bagi Borneo FC di Super League musim 2025/26. Rekor 11 kemenangan beruntun milik Pesut Etam, dihentikan secara tragis oleh Serdadu Tridatu, tepat di hadapan 8 ribu publik Segiri. Catatan menarik dari laga ini ialah, Bali meniru gaya bermain Madura United.

Rekor kemenangan Borneo FC Samarinda secara resmi berhenti di angka 11. Ini adalah rekor kemenangan terpanjang di sejarah sepak bola Indonesia (sebelumnya 9), sekaligus kemenangan terpanjang sejak awal musim di kompetisi kasta tertinggi Tanah Air (sebelumnya 3).

Bacaan Lainnya

Sayang bagi Pasukan Samarinda, kekalahan perdana ini terjadi tepat di hadapan pendukungnya sendiri, pada Minggu sore, 30 November 2025.

Gelandang Bali United, Kadek Agung menjadi antagonis bagi tuan rumah, lewat gol tunggalnya di menit ke-54, usai menanduk bola rebound di kotak penalti Borneo.

Bali United dengan Gaya Madura United

Sebelum bersua Borneo, Bali United menjalani 4 laga tanpa kemenangan sama sekali. Mereka terdampar di papan bawah meski memiliki materi pemain mewah. Kemarin, Pelatih Bali United, Johnny Jansen mengatakan telah mengantungi kekuatan Pesut Etam. Begitu juga dengan Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes yang sudah menduga tamunya akan bermain bertahan, sehingga timnya sudah menyiapkan skenario pemecah kebuntuan.

Yang terjadi di lapangan, tepat seperti yang diterka oleh kedua pelatih.

Tim Pulau Dewata memulai pertandingan dengan lamban, memilih menerapkan marking area, namun menumpuk seluruh pemainnya di area sendiri. Dalam mode bertahan, mereka menerapkan formasi 5 bek, yang berubah dinamis menjadi 4-3-3 ketika menyerang.

Taktik ini, baik cara bertahan maupun taktik marking area, persis seperti yang diperagakan oleh Madura United pekan lalu –yang juga membuat Borneo mati kutu di area pertahanan lawannya.

Tak hanya taktik sepak bola, Bali juga mengikuti cara Madura United mempermainkan tempo dan mental pemain Borneo dengan permainan ulur-ulur waktunya.

Borneo FC Dominan, Bali Efektif

Secara statistik, Borneo unggul penguasaan bola 65:35 persen. Tembakan 22:10, operan 482:278, peluang 12:6. Borneo FC mendominasi permainan secara mutlak. Namun yang membuat perbedaan adalah efektifitas. Dengan 10 tembakan, Bali mampu membuat 3 tembakan tepat sasaran. Sedangkan tuan rumah, hanya mampu membuat 5 dari 22 upaya tembakan.

Gol tunggal Kadek Agung pada akhirnya menjadi validasi bahwa di laga ini, dominasi permainan tidak bisa menjadi faktor kemenangan.

Dinanti Periode Neraka

Setelah melalui 2 laga kandang terakhir dengan permainan yang kurang meyakinkan, Borneo FC akan menghadapi periode neraka sepanjang Desember. Mereka akan bersua Persib, Persebaya, dan Malut United. Seluruhnya adalah laga tandang.

Dari 3 laga itu, Borneo butuh setidaknya 2 kemenangan untuk menyegel status juara paruh musim. Dengan asumsi tim pesaing menyapu bersih laga sisa dengan kemenangan. Namun yang lebih penting, mampukah Pesut Etam mengisi bensin pada tangkinya yang mulai kosong? (has)

Bagikan:

Pos terkait