Pelatih Borneo FC Fabio Lefundes mengaku sudah mengantungi cara bermain Bali United. Namun katanya, itu tidak cukup untuk menggaransi raihan 3 poin. Ia harus membuat beberapa rencana permainan demi mengantisipasi perubahan taktik Serdadu Tridatu. Karena Lefundes tak ingin timnya bermain buruk lagi seperti pekan lalu, yang terjadi akibat Pesut Etam gagal beradaptasi dengan gaya bermain Madura United.
Dari 11 laga yang sudah dilalui, hanya di 3 laga Borneo FC Samarinda bermain kurang optimal. Yakni saat menjamu Bhayangkara Lampung, Persis Solo, dan terakhir Madura United. Dari 3 laga yang tetap mampu dimenangkan meski dengan susah payah itu. Permainan Pasukan Samarinda saat kontra Madura merupakan yang paling buruk.
Usai laga, Lefundes membeberkan penyebabnya. Selain beberapa pemain penting tidak dalam kondisi fit, faktor utama dari buruknya permainan mereka adalah lambat menyesuaikan diri dengan perubahan taktik lawan.
Seperti diketahui, pada babak pertama, Madura memainkan sepak bola menyerang yang begitu intens. Membuat Nadeo Argawinata mesti jatuh bangun untuk mengamankan gawangnya.
Namun di babak kedua, Sape Kerab justru bermain dengan gaya bertahan total. Sempitnya ruang gerak di pertahanan lawan membuat Peralta cs mati kutu.
Apa yang terjadi di laga itu meninggalkan sedikit trauma bagi Fabio Lefundes. Pelajaran besar yang ia dapatkan adalah, Borneo tak bisa terus bermain dengan gaya mereka sendiri. Sebab dengan status pemegang rekor win streak terpanjang –yang masih mungkin diperpanjang. Semua tim memiliki motivasi ganda untuk memberi kekalahan perdana bagi timnya.
Secara teknis, tim lawan rela bermain dengan cara apa saja demi meraih kemenangan dari Pesut Etam.
Borneo FC Lebih Siap Kali Ini
Sepekan terakhir, Borneo FC telah melakukan banyak hal. Dari evaluasi, hingga melakukan persiapan pertandingan lebih intens ketimbang biasanya. Fabio Lefundes melecut pemainnya untuk tidak puas dengan pencapaian saat ini. Tak boleh terlalu percaya diri dengan taktik dasar yang mereka siapkan sejak pramusim.
Dalam masa persiapan itu, Lefundes telah mempelajari gaya bermain Bali United yang dinakhodai pelatih asal Belanda, Johnny Jansen. Meski ada kecenderungan Bali bermain dengan total football, Lefundes tetap merasa ada kemungkinan tamunya akan bermain bertahan.
“Kita sudah tahu semua tim yang datang ke sini pasti mengubah struktur maupun cara bermainnya. Kemungkinan itu sangat terbuka,” ujarnya, Sabtu.
Ia mengingat, dari 7 tim yang melawat ke Stadion Segiri, hanya 2 sampai 3 tim saja yang bermain relatif terbuka. Sisanya memilih bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik.
“Madura juga datang dengan pelatih baru, cara permainan baru. Kemungkinan (Bali United) mereka datang ke sini cari (gol dari situasi) counter.”
“Karena itu, aku sudah menyiapkan semuanya agar pemain Borneo tahu berbagai skenario yang bisa terjadi dalam pertandingan ini, dan bagaimana cara menghadapinya.”
“Intinya, semua pemain Borneo sudah siap menghadapi tim mana pun,” tegasnya.
No Rivaldo No Problemo
Borneo FC harus menjamu Bali United tanpa sosok Rivaldo Pakpahan di lini tengah, karena sang bintang muda harus membela Timnas U-23 di SEA Games. Ini jelas menjadi kehilangan besar, karena sepanjang musim ini, pemain asal Tapanuli Utara itu memainkan peran sebagai gelandang bertahan dengan sangat baik. Membentuk trio gelandang yang solid bersama Kei Hirose dan Juan Villa.
“Rivaldo bermain bukan sekadar untuk memenuhi kuota U-23, tapi dia memang punya kualitas yang sangat baik,” ujar Lefundes.
Meski kehilangan pemain pentingnya, pelatih asal Brasil tetap optimis timnya mampu bermain baik.
“Bukan cuma kami (yang kehilangan pemain U-23). Bali juga punya beberapa pemain U-23 yang jadi starting eleven. Jadi semua harus beradaptasi. Aku harus cari solusi. Pemanggilan pemain itu bagus buat kita, kalau dipanggil kita harus dukung,” pungkasnya. (has)








