TENGGARONG – Adanya IKN, akan membuat Kukar kehilangan sejumlah kecamatan dan pendapatan. Sebab, Kecamatan Samboja, Kecamatan Samboja Barat dan, Kecamatan Muara Jawa serta, sebagian Kecamatan Loa Kulu, sebagian Kecamatan Loa Janan, dan sebagian Kecamatan Sangasanga, proyeksinya bakal masuk IKN.
Namun Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Kukar Maman Setiawan menjelaskan, kedepannya Kukar juga akan mendapatkan manfaat dengan hadirnya IKN. Hal ini bila mengacu pada UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN, Kukar yang menjadi daerah mitra yang sebagian wilayahnya masuk ke dalam wilayah IKN.
“Manfaat adanya IKN itu nantinya terasa dalam jangka panjang, Namun untuk persoalan hari ini pasca berpisahnya 3 Kecamatan dan beberapa wilayah di 3 kecamatan lainnya. Pemerintah perlu mempertimbangkan adanya opsi lain,” Jelasnya.
Oleh sebab itu, pihaknya akan mencoba untuk mengusulkan bantuan anggaran untuk pengembangan Pulau Kumala yang bisa menjadi pusat penyangga pariwisata untuk IKN.
Lanjut Maman, pihaknya berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk melakukan renovasi besar-besaran untuk membuat Pulau Kumala sebagai destinasi wisata baru. Terlepas dari harapan pihaknya adanya kenaikan Dana Alokasi Umum (DAU).
Dimana dengan akses Kabupaten Kukar yang tidak jauh dari IKN, kedepan bisa menjadi alternatif bagi penghuni baru IKN untuk menghabiskan waktu libur di Pulau Kumala.
“Pulau Kumala ini bisa menjadi opsi kedepannya untuk menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita, apalagi kalau pemerintah pusat mendukung. Disana kita bisa bangun hotel yang nyaman, wahana bermain keluarga dan rumah makan dan akses layanan lainnya,” ucap Maman.
“Tentu Hal tersebut perlu dipersiapkan dari sekarang, oleh sebab itu kami akan kembali mencoba untuk mengusulkan hal tersebut kedepannya,” tandasnya. (rm6/mediaetam.com)
baca juga: Kukar Tunggu Komitmen Pusat Soal Potensi Pendapatan Kukar Hilang Karena Sebagian Wilayah Masuk IKN








