Mediaetam.com, Kukar – Berdasarkan data dari Kementrian Desa PDTT (bumdes.kemendesa.go.id) per Maret 2023, terdapat 12.945 badan usaha milik desa (BUMDes) yang telah resmi berbadan hukum. Salah satunya adalah BUMDes di Kutai Kartanegara (Kukar) yaitu BUMdes Sumber Purnama, yang berdiri pada 07 September 2020, dengan Peraturan Desa (Perdes) No. 14 tahun 2020 tentang pengesahan pendirian BUMdes Sumber Purnama. BUMDes ini terletak di Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu.
Direktur BUMDes Sumber Purnama Sudarmadji mengatakan, hadirnya BUMDes berawal dari keluhan petani tentang sulitnya memasarkan hasil gabah, dan harga gabah yang terus menurun.
“Dari kesulitan yang dialami petani itu kami melihat BUMDes berpeluang untuk menampung gabah dari petani, dengan diolah dan dipasarkan,” ucap Direktur BUMDes, Sudarmadji.
Untuk diketahui, BUMDes sebagai lembaga komersial bertujuan untuk mencari keuntungan melalui penawaran sumber daya lokal ke pasar.
BUMDes Sumber Purnama memiliki beberapa alat penunjang, seperti alat pengering padi dengan kapasitas 8 ton perhari dan mesin penggiling padi atau Rice Milling Unit (RMU).
“Pada 2022 lalu, Kementerian Pertanian memberikan bantuan berupa alat pengering gabah, untuk mesin penggilingannya milik Desa ini sendiri,” ungkapnya.

Sudarmadji menjelaskan untuk struktur BUMDes Sumber Purnama saat ini hanya ada Direktur, Sekretaris dan Bendahara sedangkan untuk tenaga lainnya menggunakan tenaga borongan.
“Tidak ada karyawan tetap, jadi kami hanya menggunakan tenaga borongan ketika ada kegiatan di BUMDes,” sebutnya.
Kemudian, pasokan BUMDes Sumber Purnama bersumber dari desa-desa di wilayah Kecamatan Loa Kulu, Sebulu dan Kecamatan lainnya. Saat ini BUMDes tersebut, memproduksi beras 1 ton per-harinya.
“Kami memiliki mesin penggilingan padi dengan kapasitas 8 ton perhari, namun untuk saat ini hanya bisa memproduksi beras 1 ton per hari. Karena pasokan gabah yang terbatas,” ucapnya.
Namun, hal tersebut tidak menjadi hambatan untuk beras hasil produksi BUMdes Sumber Purnama bersaing dengan produk beras-beras lainnya, dengan harga yang kompetitif, diyakini bisa mempertahankan eksistensinya.
“Nama produk beras kami itu Cap Tugu, dengan harga jual Rp 11 ribu perkilo, jika mau diantar ada tambahan biaya Rp 500 saja,” tuturnya.
Darmadji menambahkan, sebagian besar produk beras dari BUMDes Sumber Purnama saat ini dipasarkan di sekitaran Kecamatan di Loa Kulu dan Kota Samarinda. (Indah Hardiyanti)








