Bisnis Thtifting Dilarang Untuk Meningkataan Produk Dalam Negeri, Joni: Itu Kebijakan yang Tepat

Joni Sinatra Ginting (Idham/Mediaetam.com)
Joni Sinatra Ginting (Idham/Mediaetam.com)

Samarinda – Dalam upaya meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, pemerintah meminta agar tidak ada lagi pengusaha yang membuka bisnis pakaian second atau saat ini dikenal thrifting. Padahal diketahui saat ini binsis tersebut tengah digemari banyak pihak, khususnya kalangan muda.

Namun industri ini dikhawatirkan akan mengurangi minat masyarakat menggunakan produk dalam negeri. Tak heran langkah ini mendapat dukungan dari Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda Joni Sinatra Ginting.

Menurutnya tidak ada salahnya pemerintah melarang bisnis thrifting yang selama ini memang membuat bisnis pakaian dalam negeri sepi. Pasalnya orang lebih banyak memilih thrifting dengan harga yangg terjangkau namun bermerk.

“Makanya langkah ini sebenarnya tepat diambil oleh pemerintah,” ujar Joni, Kamis (9/4/2023).

Selain itu, menurutnya saat ini menjadi waktu yang tepat bagi para pebisnis pakaian impor ini beralih, lantaran aturan dari pemerintah harus dijalankan, untuk mendukung kemajuan produk dalam negeri. Selain harganya yang terjangkau, dari segi higienisnya juga jauh lebih terjamin.
“Kita harus mendukung langkah pemerintah untuk memajukann produk dalam negeri,” jelasnya.

Politikus Partai Demokrat ini mengakui sebenarnya dengan membeli produk impor atau second selama ini tak memikirkan risiko kesehatannya untuk jangka panjang. Sehingga ia pun mengajak agar masyarakat harusnya lebih mengutamakan pembelian produk dalam negeri.

“Lagian produk dalam neger sekarang sudah jauh lebih baik dan harganya terjangkau, jadi untuk apa membeli baju second kalau produk dalam negeri kita kualitasnya lebih bagus dan terjamin higienis,” tutup Joni. (ADV/DPRD Samarinda)

Bagikan:

Pos terkait