BPBD Kukar Bersihkan 300 Meter Tumpukan Gulma di Danau Semayang

BPBD Kukar membersihkan tumpukan gulma di Danau Semayang. (Doc. BPBD Kukar)

KENOHAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara mengerahkan delapan personel untuk mengurai tumpukan gulma yang menutup akses nelayan di Danau Semayang, Kecamatan Kenohan, Minggu (18/1/2026).

Langkah ini diambil untuk membuka kembali jalur transportasi air yang sempat terputus akibat tanaman liar tersebut.

Bacaan Lainnya

Kasi Kedaruratan BPBD Kukar, Syaiful Muhammady, menyebutkan tumpukan gulma memiliki lebar sekitar 300 meter dan telah membuat nelayan setempat kesulitan mencari ikan.

“Tim sudah berangkat sejak siang kemarin. Kami melakukan pembersihan secara manual menggunakan kapal dan peralatan lainnya. Jika tidak segera diurai, nelayan terpaksa libur mencari ikan karena akses tertutup total,” ujar Syaiful, Senin (19/1/2026).

Ancaman Nyata Gulma

Selain mengganggu ekonomi warga, tumpukan gulma dalam volume besar ini dinilai membahayakan infrastruktur desa. Berdasarkan pengalaman sebelumnya di wilayah Jantur dan Tenggarong, pergerakan massa gulma yang berat sanggup merusak tiang jembatan, bangunan, hingga keramba warga.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah berkoordinasi dengan warga Desa Pela dan sekitarnya untuk menggeser keramba ikan milik mereka ke titik yang lebih aman.

“Target kami gulma ini segera pecah dan keluar dalam potongan kecil-kecil agar tidak menumpuk di satu titik. Lokasi saat ini masih di Danau Semayang dan belum bergerak ke arah Desa Pela,” tambahnya.

Proses pembersihan jalur utama ini diprediksi memerlukan waktu sekitar empat hari dengan menggunakan sejumlah peralatan teknis, mulai dari perahu polyethylene, mesin 40 PK, hingga beberapa unit gergaji mesin (chainsaw) dan alat potong manual.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait