Clubhouse Umumkan PHK Karyawan Lebih dari 50 Persen

Clubhouse Umumkan PHK Karyawan Lebih dari 50 Persen
Clubhouse Umumkan PHK Karyawan Lebih dari 50 Persen (liputan6.com)

 

Mediaetam.com, Jakarta – Platform streaming audio Clubhouse, mengumumkan pemangkasan jumlah karyawan hingga lebih dari 50 persen. Pengumuman ini disampaikan oleh pendirinya Paul Davison dan Rohan Seth, dalam memo kepada para pekerjanya.

“Hari ini kami mengumumkan bahwa kami mengurangi organisasi hingga lebih dari 50 persen dan mengucapkan selamat tinggal kepada banyak rekan tim yang berbakat dan berdedikasi dalam prosesnya,” tulis keduanya dikutip dari Liputan6.com.

“Kami sangat menyesal melakukan ini, dan kami tidak akan membuat perubahan ini jika kami tidak merasa itu benar-benar diperlukan,” kata mereka, seperti dikutip dari blog resmi Clubhouse, Jumat (28/4/2023).

Menurut Davison dan Seth, mereka yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), akan menerima undangan dalam kalendernya untuk pertemuan dengan manajer di departemennya.

Lebih lanjut, keduanya mengatakan bahwa Clubhouse membutuhkan perubahan di dunia pasca-Covid.

“Karena dunia telah terbuka pasca-Covid, semakin sulit bagi banyak orang untuk menemukan teman mereka di Clubhouse dan memasukkan percakapan panjang ke dalam kehidupan sehari-hari mereka,” tulis mereka.

Davison dan Seth mengatakan bahwa mereka kesulitan untuk membuat upaya mereka bekerja, dengan jumlah karyawan Clubhouse yang ada sekarang.

Mereka mencatat adanya kesulitan untuk “mengkomunikasikan strategi ke tim lintas fungsi” dan “membuat perubahan cepat ketika tiap permukaan dimiliki oleh tim produk yang berbeda.”

Menurutnya, tim yang lebih kecil dan berfokus pada produk, seharusnya membantu memperbaiki masalah yang dihadapi platform streaming audio itu.

Pekerja yang terkena PHK pun akan mendapatkan gaji untuk sisa bulan April, ditambah empat bulan pesangon tambahan, atau berarti gaji penuh hingga 31 Agustus 2023.

Perusahaan juga akan tetap membayar jaminan kesehatan sampai 31 Agustus 2023 bagi karyawan yang terdampak, serta membiarkan mereka yang terkena PHK untuk membawa laptop dari kantor.

Mengutip The Verge, Clubhouse pertama kali muncul sebagai aplikasi khusus undangan di tengah berbagai pembatasan akibat pandemi Covid-19, pada tahun 2020.

Popularitas mereka meningkat karenya banyaknya orang yang mencari cara untuk berkomunikasi dengan teman secara jarak jauh.

Bahkan, banyak platform lain yang ikut memanfaatkan tren Clubhouse, di antaranya Twitter Spaces, Facebook Live Audio Rooms, hingga Spotify Live yang juga sudah tutup.

Namun, Clubhouse kesulitan menghadapi persaingan, dengan Twitter Spaces masih jadi pemain yang cukup besar dalam tren ruang khusus audio.

Sumber : Clubhouse PHK Lebih dari 50 Persen Karyawan

Editor : Muhammad Amin Khizbullah

 

 

 

 

Bagikan:

Pos terkait