PENAJAM – Rencana pembangunan Jembatan Riko yang akan menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara dengan kawasan Ibu Kota Nusantara diperkirakan membutuhkan anggaran jumbo hingga sekitar Rp1,2 triliun. Proyek ini dinilai krusial untuk memperkuat konektivitas menuju pusat pemerintahan baru Indonesia.
Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur menjadi faktor utama dalam mendukung pengembangan kawasan IKN, termasuk pembangunan jembatan yang melintasi Sungai Riko tersebut.
“Kesiapan infrastruktur sangat penting dan strategis mendukung kawasan IKN,” ujarnya, Rabu di Antara.
Jadi Akses Strategis ke IKN dan Kawasan Industri
Jembatan Riko dirancang sebagai bagian dari akses penghubung menuju Jembatan Pulau Balang yang mengarah langsung ke IKN. Jalur ini akan melintasi sejumlah wilayah seperti Pantai Lango, Gersik, Jenebora, Buluminung hingga Penajam.
Selain mempercepat mobilitas menuju IKN, proyek ini juga akan membuka akses vital ke kawasan industri Buluminung serta Pelabuhan Benuo Taka di Penajam Paser Utara.
Menurut Mudyat, pembangunan jembatan ini tidak hanya berdampak pada konektivitas, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan investasi, hingga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.
Butuh Dukungan Pusat dan Provinsi
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara telah menyiapkan dana awal sebagai bentuk komitmen terhadap proyek tersebut. Namun, karena keterbatasan anggaran daerah, pembangunan jembatan membutuhkan dukungan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sendiri telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp8 miliar untuk melakukan evaluasi dokumen perencanaan teknis atau detail engineering design (DED) serta pra studi kelayakan (feasibility study/FS).
Saat ini, proses evaluasi tersebut telah memasuki tahap lelang dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar sembilan bulan atau sebelum akhir tahun.
“Hasil evaluasi itu akan diajukan kepada pemerintah pusat untuk pembangunan lanjutan, dengan total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun,” jelasnya.
Desain Jembatan dan Dampak Ekonomi
Secara teknis, Jembatan Riko dirancang memiliki bentang utama sepanjang 500 meter. Selain itu, akan dibangun pula jembatan pendekat sepanjang kurang lebih satu kilometer, mengingat kondisi geografis wilayah yang didominasi kawasan rawa.
Keberadaan jembatan ini diharapkan menjadi penguat konektivitas antarwilayah di Kalimantan Timur. Dampaknya tidak hanya memperlancar akses menuju IKN, tetapi juga mempercepat pertumbuhan ekonomi regional dan meningkatkan daya tarik investasi di wilayah penyangga.
Dengan nilai investasi yang besar dan peran strategisnya, Jembatan Riko diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur kunci dalam mendukung keberhasilan pembangunan IKN di masa mendatang.
Redaksi Media Etam








