Penajam Paser Utara Siap Jadi Destinasi IKN, Akomodasi Harus Dikelola Profesional

Penajam Paser Utara Siap Jadi Destinasi IKN, Akomodasi Harus Dikelola Profesional
Penajam Paser Utara Siap Jadi Destinasi IKN, Akomodasi Harus Dikelola Profesional (ist)

Penajam Paser Utara – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dipastikan akan menjadi destinasi utama bagi warga Ibu Kota Nusantara (IKN), yang menjadi ibu kota baru Republik Indonesia. Dalam mengantisipasi pertumbuhan penduduk IKN, termasuk ASN, TNI, Polri, keluarga mereka, pegawai kementerian/lembaga, serta perwakilan dari berbagai negara, Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, menegaskan perlunya pengelolaan kawasan dan objek wisata dengan standar profesional.

“Akomodasi di kawasan ini harus ada, bahkan bagus dan layak bagi pengunjung dari IKN maupun provinsi lain di Indonesia. Kawasan ini memiliki potensi yang bagus dan harus dikelola secara profesional,” ujar Akmal Malik usai berkeliling di kawasan pantai Penajam, Ahad pagi.

Bacaan Lainnya

Menurut Akmal, Penajam Paser Utara sebagai tuan rumah harus menyambut tamu dengan standar kota besar. Ia memperingatkan bahwa pendekatan biasa-biasa saja dalam mengelola akomodasi dapat membuat Penajam tertinggal dan pengunjung akan beralih ke Balikpapan.

“Kalau kita mengelola akomodasi dengan remote seperti ini, pendekatan biasa-biasa saja, maka kita akan ketinggalan dan tamu nanti akan selalu pergi ke Balikpapan,” tegasnya.

Akmal Malik berharap agar pengelola akomodasi di buffer zone (daerah penyangga) mengembangkan sarana dengan standar nasional bahkan internasional. Meski demikian, ia memberikan apresiasi kepada pengelola hotel dan masyarakat setempat yang menjaga dan merawat lingkungan, termasuk kawasan hutan bakau.

“Saya tadi pagi sekitar satu jam berjalan kaki juga naik paddling dan sudah melihat bakau. Alhamdulillah mangrovenya dipelihara dan terjaga dengan baik,” ungkapnya.

Akmal Malik juga mengingatkan agar kegiatan ekonomi tidak merusak ekosistem yang sudah terpelihara dengan baik. Dia menekankan pentingnya pengelolaan yang baik untuk menjaga lingkungan dan kawasan tersebut tetap terjaga.

“Saya berterima kasih kepada pengelola hotel, mangrovenya tetap bagus, hotel tetap berjalan. Pembangunan jangan sampai merusak ekosistem yang ada, termasuk sampahnya. Harus dikelola dengan baik,” pesannya. (Amin/Advertorial/Diskominfo Kaltim)

Bagikan:

Pos terkait