DPRD Kukar Minta Promosi Program Beasiswa 1.000 Guru Sarjana Digencarkan

ILUSTRASI- Pemberian program beasiswa 1.000 guru sarjana yang digagas oleh Pemkab Kukar ditujukan untuk tenaga pendidik. (ist).
ILUSTRASI- Pemberian program beasiswa 1.000 guru sarjana yang digagas oleh Pemkab Kukar ditujukan untuk tenaga pendidik. (ist).

TENGGARONG- Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara diketahui sejak tiga tahun belakangan tengah gencar meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di sektor pendidikan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program beasiswa 1.000 guru sarjana, yang merupakan inisiatif dari Bupati dan Wakil Bupati Kukar.

Program beasiswa 1.000 guru sarjana yang digagas oleh Pemkab Kukar ditujukan untuk tenaga pendidik yang masih menjadi tenaga honorer dan belum mencapai pendidikan Strata Satu (S1), terutama yang berasal dari Kukar.

Program ini secara khusus menyasar tenaga pendidik yang mengajar di Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Beasiswa ini juga menarik perhatian Anggota Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar, Ahmad Zulfiansyah.

Menurutnya, program yang termasuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 harus dimaksimalkan.

Mengingat, hingga saat ini, jumlah mahasiswa yang mengambil program beasiswa tersebut baru mencapai sekitar 213 orang.

Atas minimnya minat, Zulfiansyah mengusulkan agar Pemkab Kukar melakukan percepatan penyerapan program 1.000 guru sarjana.

“Kami terus memantau program ini, dan DPRD sering berdialog dengan pemerintah daerah. Tinggal bagaimana cara kerja pemerintah untuk melakukan percepatan,” katanya pada Rabu, 11 Oktober 2023.

Ia juga menekankan pentingnya terus melakukan sosialisasi program ini oleh pemerintah daerah, terutama melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Serta Bidang Kesejahteraan Rakyat atau Kesra, Sekretariat Pemkab Kukar, yang bertanggung jawab sebagai pelaksana program 1.000 guru sarjana.

Zulfiansyah juga mencatat bahwa masih banyak mahasiswa di Kukar yang belum mengetahui program ini. Sehingga perlu dilakukan sosialisasi secara masif, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

“Pemerintah harus memberikan edukasi dan sosialisasi yang efektif agar program pemerintah, terutama beasiswa 1.000 guru sarjana, bisa tercapai,” tandasnya. (*)

 

Bagikan:

Pos terkait