TENGGARONG – Krisis kemanusiaan melanda Dusun Pondok Labu, Kelurahan Loa Ipuh Darat, setelah banjir besar setinggi 1,5 meter merendam permukiman warga dalam tiga hari terakhir. Bencana ini tidak hanya menenggelamkan rumah, tetapi juga melumpuhkan total akses jalan sepanjang enam kilometer yang kini berubah menjadi jalur lumpur yang tidak bisa dilalui.
Diduga kuat, banjir bandang ini dipicu oleh luapan air dari lubang bekas tambang batu bara yang mengepung wilayah tersebut, ditambah luapan anak Sungai Mahakam. Akibatnya, 67 jiwa dari RT 09 dan 10 terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mendirikan tenda darurat di bahu jalan.
“Akses jalan sepanjang enam kilometer rusak parah dan berlumpur. Kami tak bisa bergerak sama sekali. Jalur ini adalah urat nadi kami untuk mengangkut hasil panen,” keluh Junadin, warga terdampak, Selasa (3/2/2026).
Krisis Air Bersih
Hantaman air tidak hanya merusak rumah, tetapi juga meluluhlantakkan fasilitas sekolah dan merusak pompa air bersih milik warga. Saat ini, warga sangat bergantung pada kiriman tangki air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar.
“Air tidak surut-surut sejak tiga hari lalu, tingginya masih sepinggang orang dewasa di beberapa titik. Kami sangat berharap perhatian khusus pemerintah karena dusun kami ini diapit kolam tambang,” tambah Junadin.
Merespons kondisi tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Kukar melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) tengah bergerak menyalurkan bantuan darurat. Koordinator Lapangan Tagana Kukar, Syurianta HF, menyebutkan bantuan logistik sedang dalam perjalanan menuju lokasi.
“Kami siapkan paket bantuan berupa beras, mi instan, sarden, minyak goreng, hingga kebutuhan khusus seperti popok bayi dan makanan ringan. Untuk tahap awal, perkiraan ada 27 paket yang akan dikelola pihak dusun agar tepat sasaran,” jelas Syurianta.
Selain logistik, pemerintah juga mulai mengantisipasi ancaman penyakit pasca-banjir. “Kami berkoordinasi dengan tenaga kesehatan untuk memantau kondisi warga, terutama potensi penyakit kulit atau infeksi lainnya akibat air yang tergenang lama,” tutupnya.
Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








