TENGGARONG – Harga emas di pusat ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kian menyilaukan. Dalam sepekan terakhir, harga emas kadar 23 hingga 24 karat di Kecamatan Tenggarong meroket hingga menyentuh angka Rp2,6 juta sampai Rp3 juta per perhiasan (satuan lokal).
Lonjakan signifikan ini memicu fenomena “panen untung” di kalangan masyarakat. Warga berbondong-bondong mendatangi toko emas bukan untuk membeli, melainkan untuk menjual kembali koleksi perhiasan mereka guna mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli tahun-tahun sebelumnya.
Ridani, karyawan Toko Emas Cahaya Baru II, mengungkapkan bahwa sebelum kenaikan ini, harga emas masih berada di kisaran Rp2,3 juta. Perubahan harga yang mengikuti tren emas dunia ini mengubah pola transaksi di tokonya.
“Semenjak harga naik, banyak masyarakat yang menjual perhiasan emasnya. Dalam sehari, rata-rata ada 10 unit perhiasan yang kami beli dari warga, sementara yang terjual hanya sekitar 5 unit saja,” kata Ridani, Sabtu (31/1/2026).
Kondisi ini dirasakan langsung oleh Rusmini, warga Tenggarong yang memutuskan melepas simpanan emasnya. Ia mengaku membeli emas pada tahun 2022 lalu dengan total nilai sekitar Rp10 juta.
“Sekarang saat dijual harganya bisa tembus Rp15 juta. Lumayan sekali selisihnya, emas ini benar-benar tabungan yang menjanjikan saat butuh uang mendesak atau harga lagi tinggi begini,” ujar Rusmini sumringah.
Meskipun harga sedang tinggi, para pedagang emas di Tenggarong tetap waspada mengingat fluktuasi harga emas yang sangat dinamis dan mengikuti perkembangan pasar global setiap harinya.
Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








