Indonesia Akan Miliki Pabrik Nikel Sulfat Pertama

PT Trimegah Bangun Persada Tbk mematok sejumlah target kinerja usai melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Liputan6.com)

 

Mediaetam.com, Jakarta  –  PT Trimegah Bangun Persada Tbk dan entitas anak (NCKL) akan melakukan bisnis proses lebih ke hilir dengan memasuki fase commisioning untuk produksi nikel sulfat sejak awal April 2023.

Ini akan menjadi tonggak sejarah baru dalam industri baterai kendaraan listrik dengan hadir dan beroperasinya pabrik nikel sulfat pertama di Indonesia. Dari sisi keberlanjutan, NCKL memiliki komitmen untuk melakukan integrasi berkelanjutan di dalam proses bisnis, keterlibatan dan pembangunan masyarakat setempat, serta lingkungan.

Dilansir dari Liputan6.com Lima area utama yang menjadi fokus di dalam program komunitas Perseroan adalah kesehatan, edukasi, ekonomi, social dan infrastruktur.

NCKL juga sukses mencetak pendapatan di kuartal I 2023 naik sebesar 74,6 persen menjadi Rp 4,8 triliun dibandingkan dengan Rp 2,7 triliun di kuartal pertama tahun 2022.

“Sementara, laba bersih pemilik entitas induk mencapai Rp 1,4 triliun dalam periode yang sama,” tulis keterangan resmi PT Trimegah Bangun Persada Tbk dalam keterangannya, Kamis (4/5/2023).

Dalam mendukung program pemerintah untuk memajukan industri nikel dari hulu ke hilir, NCKL akan terus melakukan investasi dan pembangunan fasilitas produksi yang dapat meningkatkan volume dan nilai tambah dari produk yang dihasilkan.

“Perseroan juga akan terus menjaga posisi keuangan yang sehat dan kuat untuk mengantisipasi kebutuhan modal kerja ke depan,” sebutnya.

Emiten yang telah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 12 April 2023 lalu ini akan terus bekerja sama dengan para mitra yang dapat melakukan transfer teknologi dan membantu dalam meningkatkan keterampilan sumber daya manusia yang ada di Perseroan.

Untuk segmen penambangan nikel, setelah dilakukan eliminasi, pendapatan NCKL naik sebesar 71,3 persen menjadi Rp912,8 miliar dari Rp 532,9 miliar, sedangkan untuk segmen pengolahan nikel, pendapatan Perseroan naik sebesar 75,4 persen menjadi Rp 3,9 triliun dari Rp 2,2 triliun di kuartal pertama tahun 2022.

Peningkatan pendapatan NCKL terjadi sebagian besar karena adanya peningkatan volume dan lini produksi di Perseroan dan entitas anak.

Kawasan tambang nikel PT Trimegah Bangun Persada Tbk atau yang familiar disebut Harita Nickel di Pulau Obi, Halmahera Selatan.

Pada kuartal pertama tahun 2023, Perseroan mencatatkan kenaikan laba bruto sebesar 13,6 persen, menjadi Rp1,6 triliun dari Rp 1,4 triliun di kuartal pertama tahun 2022.

 

Marjin laba bruto turun menjadi 32,7 persen , sedangkan rasio biaya operasi ke pendapatan tetap sebesar 4,2 persen dikarenakan penurunan harga batubara dan penurunan harga BBM dibanding kuartal pertama tahun 2022.

Laba periode berjalan sebesar Rp 1,5 triliun, turun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,6 triliun. Penurunan laba dikarenakan melemahnya harga nikel, kobalt, serta menguatnya Rupiah di kuartal pertama tahun 2023 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sampai 31 Maret 2023, untuk lini produksi Rotary Kiln Electric Furnance (RKEF), entitas anak Perseroan PT. Halmahera Jaya Feronikel (HJF) telah menyelesaikan pembangunan lima lini produksi dari total 8 lini produksi yang sedang dibangun.

 

 

 

Sumber : Cetak Sejarah Baru, Indonesia Bakal Punya Pabrik Nikel Sulfat Pertama

Editor : Muhammad Amin Khizbullah

Bagikan:

Pos terkait