TENGGARONG – Di bawah guyuran sinar matahari pagi di halaman Mako Polres Kukar, Kamis (12/3/2026), barisan personel gabungan berdiri tegak. Mereka bersiap mengawal ritual tahunan: Mudik Lebaran. Namun, ada yang berbeda dalam arahan Kapolres Kukar, AKBP Khairul Basyar, kali ini.
Bukan sekadar soal macet atau lakalantas, isu geopolitik Timur Tengah menyusul memanasnya konflik Iran dan Israel yang menjadi sorotan utama dalam pembukaan Operasi Ketupat Mahakam 2026.
Kapolres mengingatkan ketegangan dunia di Teheran hingga Beirut bukan sekadar berita televisi. Dampaknya nyata hingga ke daerah, mulai dari gejolak harga minyak hingga potensi inflasi yang bisa menggoyang daya beli warga Kukar menjelang Idulfitri 1447 H.
“Situasi global sedang tidak baik-baik saja. Gejolak harga minyak dunia perlu kita waspadai. Saya minta stok Bapokting (Bahan Pokok Penting) dan BBM di Kukar dipantau ketat. Pastikan distribusi lancar dan jangan sampai ada panic buying,” tegas AKBP Khairul Basyar yang turut juga dihadiri Sekda Kukar Sunggono dan Dandim 0906/KKR Letkol Arm Benny Budiman.
Operasi yang akan berjalan selama 13 hari (13-25 Maret 2026) ini bakal mengawal pergerakan jutaan orang. Polisi memprediksi puncak arus mudik akan terjadi dalam dua gelombang: Gelombang I: 14-15 Maret 2026 dan Gelombang II: 18-19 Maret 2026
Polres Buka Layanan Penitipan
Untuk mengantisipasi rumah kosong yang ditinggalkan warga, Kapolres Khairul Basyar memerintahkan patroli rutin hingga ke gang-gang di permukiman.
Kabar baik bagi pemudik yang ragu meninggalkan kendaraannya di rumah. Polres Kukar membuka layanan penitipan kendaraan bermotor di kantor kepolisian terdekat.
“Silakan manfaatkan kantor polisi untuk menitipkan kendaraan. Kami ingin warga Kukar mudik dengan perasaan tenang. Selain itu, optimalkan layanan 110 jika ada kondisi darurat di lapangan,” imbuhnya.
Menutup apel, Kapolres menekankan keberhasilan operasi ini bukan hanya di tangan polisi, tapi hasil sinergi TNI, Dishub, hingga relawan. Targetnya satu yaitu “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”.
Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








