TENGGARONG – Perputaran uang tunai di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diprediksi akan melonjak drastis selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 H. Menyikapi fenomena ini, Polres Kukar mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat agar mewaspadai peredaran uang palsu (upal) yang kerap menyasar titik-titik keramaian.
Beberapa lokasi yang menjadi atensi khusus kepolisian meliputi pasar Ramadan (pasar jongkok), toko ritel modern, hingga jasa penukaran uang tidak resmi di pinggir jalan.
Kabag Ops Polres Kukar, Kompol Roganda, menjelaskan momen pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) atau “uang lebaran” kepada anak-anak sering kali dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk menyisipkan uang palsu di antara lembaran uang asli.
“Kami ingatkan masyarakat untuk selalu waspada. Periksa setiap lembar uang yang diterima. Jangan sampai lengah karena transaksi yang berlangsung cepat, terutama di tempat yang ramai pengunjung,” ujar Kompol Roganda, Senin (2/3/2026).
Untuk menangkal peredaran upal, pihak kepolisian meminta warga kembali mendisiplinkan metode 3D (Dilihat, Diraba, dan Diterawang) dalam setiap transaksi tunai.
Kompol Roganda juga memberikan peringatan tegas bagi warga yang terlanjur menerima uang yang dicurigai palsu. Ia melarang keras masyarakat mencoba membelanjakannya kembali kepada pedagang lain dengan alasan apa pun.
“Mengedarkan kembali uang yang diduga palsu itu dilarang hukum, meskipun alasannya karena tidak ingin rugi. Jika menemukan uang mencurigakan, segera serahkan dan laporkan ke kantor polisi terdekat,” tegasnya.
Selain kewaspadaan saat berbelanja, polisi menyoroti kemunculan jasa penukaran uang receh di pinggir jalan yang mulai marak. Meski menawarkan kemudahan, praktik ini dinilai berisiko tinggi karena tidak adanya jaminan keaslian uang dari otoritas perbankan.
Masyarakat diimbau untuk lebih mengutamakan penukaran uang di bank resmi atau melalui layanan kas keliling Bank Indonesia guna menjamin keamanan dan keaslian uang yang akan digunakan untuk kebutuhan Lebaran.
Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








