TENGGARONG – Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Nasib apes menimpa Roni Manopo, pemilik rumah makan di Jalan AM Sangaji, Tenggarong. Baru saja membuka usahanya sekitar satu minggu, ia sudah menjadi korban peredaran uang palsu pada Kamis (12/2/2026) malam atau malam Jumat.
Peristiwa ini bermula sekitar pukul 21.30 Wita, saat seorang wanita misterius datang membeli ayam lalapan di warungnya. Istri Roni yang menerima uang tersebut tidak menaruh curiga karena uang diberikan dalam kondisi terlipat.
“Istri saya yang terima uang Rp100 ribu itu, kondisinya terlipat. Dia beli ayam lalapan, jadi kami angsul (kembali) Rp20 ribu. Baru ketahuan palsu pas saya mau transfer lewat BRILink, ditegur sama petugasnya kalau uang itu palsu,” ungkap Roni dengan nada kecewa, Jumat (13/2/2026).
Ciri-Ciri Pelaku Terekam Ingatan
Roni kemudian menggambarkan sosok perempuan yang diduga sengaja mengedarkan uang palsu itu. Menurutnya, pelaku berperawakan tinggi dan berisi, dengan perkiraan usia sekitar tiga puluhan tahun. Saat beraksi, wajahnya nyaris tak pernah terlihat jelas karena selalu tertutup helm dan masker hitam.
Gerak-geriknya juga mencurigakan. Ia kerap menunduk dan menolak ketika ditawari pembayaran non-tunai, seolah berusaha membatasi interaksi agar tidak terlalu lama diperhatikan. Modus yang digunakan pun cukup rapi: pelaku membayar menggunakan uang kertas yang sudah dilipat, sehingga tekstur aslinya sulit diraba secara langsung oleh penjual.
“Pas saya suruh pakai QRIS, dia tidak mau, maunya tunai. Setelah saya posting di Facebook, ternyata banyak warga lain yang komentar kalau mereka juga pernah kena. Ada penjual buah yang bilang cirinya sama persis,” tambah Roni.
Meski belum melaporkan kejadian ini secara resmi ke pihak kepolisian karena merupakan pengalaman pertama, Roni memilih memviralkan kejadian ini agar para pencari nafkah lainnya di Tenggarong lebih waspada.
“Harapan saya posting supaya teman-teman, terutama sesama pedagang, bisa lebih teliti lagi. Apalagi kalau ada pembeli yang mukanya ditutup masker atau helm dan menolak bayar pakai QRIS,” tutupnya.
Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








