Mediaetam.com, Berau – Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia Berau 2023 berlangsung ricuh. Kericuhan dimulai sejak Sidang Pleno I yang digelar di Hotel Exclusive, Jalan AKB Sanipah II, Tanjung Redeb, pada Minggu (19/2/2023).
Hingga Sidang Pleno I berlangsung, setidaknya sudah dua kali kericuhan terjadi di antara para peserta forum Musorkab KONI Berau 2023.
Kericuhan pertama diawali ketika beberapa peserta beradu argumen mengenai tata tertib jalannya sidang pemilihan Calon Ketua Umum KONI Berau masa bakti 2023-2027. Padahal, baru saja dua pasal yang dibahas.
Situasi pun menjadi panas. Terlihat adu mulut antara peserta forum. Ketukan palu pimpinan sidang berupaya menenangkan peserta. Untungnya, beberapa personil aparat turun tangan mendamaikan situasi tersebut.
Setelah kericuhan pertama, sidang pun dipending beberapa waktu sekitar pukul 15.30 WITA. Tak berlangsung lama setelah pending, kericuhan pun kembali terjadi lantaran para peserta adu mulut perihal pemilihan Presidium Sidang Tetap di Pleno I.
Bahkan, pada kericuhan yang kedua itu sempat diamankan 1 orang peserta oleh para aparat keamanan lantaran hampir menjadi bulan-bulanan para peserta. Sidang pun diskorsing oleh pimpinan sidang.
Kericuhan yang sudah terjadi sebanyak dua kali itu membuat Ketua KONI Berau, Al Hamid geram. Dirinya pun langsung mengambil microphone dan berbicara di depan para peserta.
“Saya meminta tidak boleh ada kepentingan politik dalam Musorkab KONI Berau 2023 ini,” tegasnya.
Para peserta forum diminta menghargai posisinya sebagai ketua yang telah membawa Berau menuju prestasi gemilang selama masa baktinya. Seluruh calon yang maju pun, sebenarnya merupakan putra terbaik daerah.
“Saya tegaskan selama dua periode saya mengantar KONI Berau ini menuju keberhasilan seperti pembangunan stadion dan pelaksanaan Porprov VII Kaltim tidak ada kepentingan politik apapun,” pungkasnya. (*/Christian)
Editor: Elton Wada








