Mediaetam.com, Jakarta – Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) memberikan penjelasan terkait wacana perpanjangan masa jabatan presiden yang dihidupkannya kembali. Hal tersebut dilakukannya setelah tingkat kepercayaan publik kepada Presiden Joko Widodo di survei Poltracking Indonesia memperoleh angka 73,2 persen.
Bamsoet mengungkapkan pernyataan tersebut hanya sekadar mengajak publik untuk berpikir. Dia menegaskan tak minta pemilu untuk ditunda.
“Saya kan hanya mengajak berpikir. Masa berpikir saja tidak boleh?” ucap Bamsoet, Sabtu (10/12).
Bamsoet memberikan penjelasan tahapan Pemilu 2024 sedang berjalan berdasarkan aturan UU Pemilu. Dia menuturkan Pemilu 2024 akan terselenggara, kecuali terjadi faktor alam ataupun non-alam, perang, dan lain-lain yang dapat mengakibatkan pemilu tak dapat dilakukan seluruhnya atau sebagian.
Politikus Golkar tersebut mengatakan hanya membuka diskursus publik. Bamsoet berpendapat jika pernyataannya tidak perlu direspon dengan kemarahan.
“Yang pasti, konstitusi kita sudah mengatur dengan jelas, pemilu dilakukan setiap lima tahun. Masa jabatan presiden lima tahun, maksimal dua periode,” tuturnya.
Menurut Bamsoet perpanjangan atau penambahan masa jabatan presiden melalui amendemen UUD 1945 juga bukanlah perkara yang mudah.
Dia menegaskan amendemen UUD harus mempunyai alasan yang jelas serta memiliki kajian akademis yang jelas.
“Tidak hanya itu. Syarat pentingnya adalah harus didukung sekurang-kurangnya sepertiga anggota MPR yang berjumlah 711 dari sembilan fraksi di DPR dan 136 anggota DPD serta untuk mencapai kuorum harus dihadiri oleh dua pertiga anggota MPR. Jadi tidak mudah,” Bamsoet menegaskan.
Dia juga mengatakan saat ini MPR telah bersepakat tak mengadakan amendemen UUD 1945 demi menghidupkan kembali Pokok-pokok Haluan Negara (PPHN).
Sebelumnya, Bamsoet sempat memberikan pernyataan terkait perpanjangan masa jabatan presiden ketika memberikan tanggapan hasil survei yang diadakan oleh Poltracking Indonesia, Kamis (8/12).
Sesuai hasil survei tersebut, tingkat kepercayaan publik kepada pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin berada di angka 73,2 persen
Bamsoet meminta Poltracking Indonesia agar dapat mengadakan analisis lebih jauh tentang korelasi kepuasan masyarakat yang menginginkan perpanjangan masa jabatan Jokowi.
“Apakah kepuasan ini ada korelasinya dengan keinginan masyarakat terhadap beliau (Presiden Jokowi) tetap memimpin kita melawati masa transisi ini?” tutur Bamsoet pada acara diskusi Proyeksi Ekonomi Politik Nasional, Catatan Tahun Kinerja Pemerintahan Jokowi-Maruf.
Bamsoet kemudian mengungkapkan penilaian pribadinya. Dia mengatakan jika kepemimpinan Jokowi saat ini memuaskan.Bamsoet menuturkan jika hal tersebut bisa dilihat dari keberhasilan Jokowi yang berhasil melewati masa-masa krisis.
Sumber : Bamsoet Jelaskan soal Hidupkan Lagi Wacana Perpanjangan Jabatan Jokowi
Editor : Eny Lestiani








