Mediaetam.com, Kukar – Program pelajaran muatan lokal (mulok) Bahasa Kutai akan diterapkan pada 50 sekolah yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Sebagai informasi, Bahasa Kutai telah masuk dalam program pelajaran di setiap sekolah, seperti Paud, Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Liliyanto mengatakan pelajaran Bahasa Kutai sudah mulai diterapkan pada awal tahun di 16 sekolah, kemudian akan ditambahkan dalam waktu dekat ini menjadi 50 sekolah.
“Saat ini kami dalam proses melakukan penyusunan buku Bahasa Kutai, yang nantinya setelah dicetak buku-buku tersebut akan diberikan kepada sekolah-sekolah untuk digunakan dalam pembelajaran,” ucap Kabid Disdikbud Kukar, Liliyanto. Kamis, (22/6/2023).
Liliyanto mengungkap, Disdikbud Kukar saat ini telah memberikan pendampingan dan pemantauan kepada 16 guru yang akan mengajarkan Bahasa Kutai pada 50 sekolah yang tersebar di 20 kecamatan yang ada di Kukar.
“16 guru tersebut kami dampingi dan pantau juga, sebelumnya mereka telah melalui uji coba dalam menerapkan pengajaran Bahasa Kutai ini,” ujarnya.
Dikatakannya, program pembelajaran Bahasa Kutai ini diterapkan dengan tujuan untuk melestarikan bahasa daerah asal Kutai yang digunakan sehari-hari sebagai bahasa komunikasi di Kukar.
“Bahasa Kutai ini merupakan salah satu warisan budaya dan identitas masyarakat Kukar. Kita harus lestarikan jangan sampai dilupakan, terutama dalam menyambut IKN, bahasa kutai bisa menjadi ikon budaya Kukar,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu sekolah di Kukar yang mulai menetapkan pelajaran mulok Bahasa Kutai yaitu SDN 09 Tenggarong tengah menyiapkan tenaga pengajarnya dengan melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Merdeka dan Revitalisasi Tunas Bahasa Ibu (Bahasa Kutai).
Salah satu guru SDN 09 Tenggarong, Dessy Pristiani yang mengikuti bimtek tersebut menyebutkan bahwa bimtek tersebut dilakukan selama dua hari di SDN 09 Tenggarong.
“Pada hari pertama dilakukan kegiatan belajar untuk modul pembelajaran. Kemudian hari kedua dilakukan penilaian untuk kurikulum merdeka dan dilakukan bimtek Bahasa Kutai,” sebutnya.
Menurutnya, dengan ada nya pelajaran Bahasa Kutai di sekolah-sekolah khususnya di sekolah dasar, bahasa daerah Kutai bisa lebih berkembang dan lebih disenangi anak-anak.
“Hal tersebut dapat menjadi pacuan anak-anak bahwasannya bahasa daerah (kutai) lebih bagus daripada bahasa gaul yang sering digunakan anak-anak di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya,” tandasnya. (Indah Hardiyanti)








