Mengenal ‘Tegur Sapa’, Coffee Shop Nyentrik yang Cocok untuk Nongkrong, Kerja, hingga Temu Komunitas di Tenggarong

Coffee shop Tegur Sapa, Jend. Sudirman, Tenggarong. (Instagram KopiTegurSapa)

TENGGARONG – Di tengah menjamurnya coffee shop  di Kukar, sebuah bangunan berkelir biru mencolok di Jalan Jend. Sudirman (seberang Creative Park) mencuri perhatian. Kedai bernama Tegur Sapa ini hadir bukan sekadar menawarkan kafein, melainkan sebuah ruang komunal tren gaya hidup.

Didirikan oleh tiga sekawan, salah satunya Muhammad Adil Hidayat selaku co-founder, Tegur Sapa lahir dari pengamatan jeli terhadap pergeseran budaya kerja.

“Kami melihat tren di luar mulai bergeser. Orang tidak lagi sekadar nongkrong, tapi bekerja sambil menyesap kopi. Kami ingin menghadirkan tempat yang representatif untuk semua agenda, mulai dari kerja hingga pertemuan komunitas,” ujar Adil kepada mediaetam.com

Estetika Biru yang “Instagrammable”

Secara visual, Tegur Sapa memilih jalur yang berani. Di saat banyak kedai kopi mengusung konsep industrial abu-abu atau kayu minimalis, Adil dan rekan-rekannya justru menyiram bangunan mereka dengan warna biru nyentrik.

“Konsepnya memang mengikuti tren yang Instagrammable. Kami ingin tampil beda, sedikit nyentrik agar mudah dikenali. Sejauh ini, respons pengunjung sangat positif terhadap estetika tempat kami. Rata-rata mereka datang untuk berswafoto dengan latar bangunan atau produk kami,” kata Adil.

Namun, estetika bukan segalanya. Coffee shop yang buka dari jam 7 pagi sampai 12 malam ini membagi ruangnya menjadi tiga zona strategis: area indoor yang tenang bagi para pekerja (remote workers), area outdoor bagi mereka yang ingin menikmati suasana sore, serta ruang terbuka untuk percakapan santai.

Mengincar Lidah Semua Kalangan

Di menu, Tegur Sapa menjagokan “Kopi Sapa” sebagai primadona. Minuman berbasis kopi susu dengan sentuhan krim ini dirancang khusus untuk membidik pasar penikmat kopi pemula.

“Kami mengembangkan produk dengan riset yang serius. Harapannya, kopi kami bisa dinikmati semua kalangan dengan harga yang tetap terjangkau,” tutur Adil.

Sementara untuk urusan perut, menu Salted Egg menjadi menu paling diburu karena keberadaannya yang masih tergolong langka di jagat kuliner Tenggarong.

Adaptasi di Tengah Persaingan

Menjamurnya coffee shop di Tenggarong diakui Adil sebagai tantangan besar, selain persoalan ketersediaan lokasi yang luas dan manajemen SDM. Baginya, kunci bertahan di bisnis ini adalah kelenturan dalam beradaptasi.

“Kuncinya adalah adaptasi. Jika tren pasar sedang mengarah ke matcha, kami akan hadirkan matcha terbaik. Kami juga rutin mengevaluasi umpan balik dari pelanggan di media sosial. Jika ada keluhan terlalu manis atau kurang pas, langsung kami perbaiki saat itu juga,” tegasnya.

Mimpi Ekspansi

Bagi Adil, keberadaan Tegur Sapa perlahan mengubah gaya hidup masyarakat lokal. “Dulu kerja mungkin harus di kantor, sekarang orang mulai merasa nyaman dan produktif bekerja di coffee shop. Kami ingin menjadi bagian dari perubahan gaya hidup digital itu,” jelasnya.

Menatap masa depan, Tegur Sapa tidak ingin berhenti di satu titik. Adil memendam mimpi untuk membawa standar kopi nasional ini ke berbagai sudut Kalimantan Timur. Rencana ekspansi melalui berbagai skema, mulai dari pembukaan cabang baru, food truck, hingga konsep sepeda keliling (kopi keliling), kini tengah dimatangkan.

“Kami ingin terus berkembang seiring dengan tumbuhnya masyarakat di Kalimantan Timur,” pungkasnya.

Penulis: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait