Menilik Greenhouse Unikarta; Produksi Melon Kualitas Unggul, Tempat Mahasiswa Belajar Jadi Petani Sungguhan

Seorang mahasiswa sedang memanen melon yang dikembangkan di Greenhouse Unikarta. (Nur Fadillah/ Media Etam)

Tenggarong – Greenhouse Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) awalnya dimaksudkan untuk tempat praktikum mahasiswa Fakultas Pertanian. Namun benih yang ditanam dan dirawat oleh tangan dingin mahasiswa membuahkan melon berkualitas unggul. Hasil panennya pun dijual, para mahasiswa yang tadinya hanya belajar menanam, kini sekaligus belajar berwirausaha.

Deretan tanaman melon yang menghijau subur di dalam greenhouse Unikarta belakangan menjadi buah bibir. Pejabat kabupaten bahkan sudah menilik dan menikmati hasil panen secara langsung. Testimoninya … memuaskan.

Bacaan Lainnya

Menanggapi itu, Rektor Unikarta, Ince Raden mengaku bangga pada para mahasiswa Fakultas Pertanian. Juga para dosen yang dengan tekun membimbing anak asuhnya dalam perkembangan greenhouse tersebut.

Laboratorium Pertanian

Ince Raden menjelaskan bahwa greenhouse ini dirancang agar mahasiswa tak hanya paham teori pertanian, tapi juga bisa merasakan langsung bagaimana jatuh bangunnya berbisnis di sektor tersebut.

“Berusaha di sektor pertanian itu butuh effort besar. Ada proses belajar dari sukses maupun gagal. Panen pertama berhasil, tapi panen kedua sempat gagal karena benihnya kurang cocok. Itu jadi pengalaman nyata buat mahasiswa,” jelasnya baru-baru ini.

Meski sempat ada kendala, hasil panen terbaru justru cukup menggembirakan. Dari 300 polybag, sekitar 80–90 persen tanaman berhasil berbuah dengan kualitas yang bagus. Bahkan, rasa buahnya sudah dicoba banyak pihak dan mendapat respons positif.

“Soal harga, kami masih jual di kisaran Rp30–35 ribu per kilo, lebih murah dibanding di pasaran yang bisa tembus Rp50 ribu. Karena tujuan utamanya memang untuk pembelajaran mahasiswa. Kalau ada stok lebih, nanti bisa dipasarkan lewat Unikarta Mart,” tambah Ince.

Hasil Panen Memuaskan, Prospek Menjanjikan

Greenhouse ini pun tidak berhenti di satu musim tanam saja. Setiap selesai panen, media ditata ulang agar bisa ditanami kembali. Dalam setahun, bisa dilakukan 3–4 kali panen dengan potensi pendapatan sekitar Rp15 juta setiap dua bulan.

“Semua dikelola mahasiswa, didukung dosen dan pimpinan fakultas. Hasilnya diputar lagi untuk modal tanam berikutnya. Jadi selain belajar teori, mereka juga dapat pengalaman nyata mengelola usaha,” imbunya.

Dengan hasil panen yang memuaskan, serta menghasilkan pendapatan dari penjualan. Ince berharap greenhouse ini terus dikembangkan, agar pengalaman yang didapatkan mahasiswanya lebih kompleks. Ujungnya, alumni Faperta Unikarta bisa melanjutkan di luar dan berkontribusi pada pertanian Kutai Kartanegara. (gis)

Penulis: Nur Fadillah Indah/ mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait