Mediaetam.com, Samarinda – Masih adanya polemik yang ditimbulan oleh Kebijakan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemeristekdikti) terkait program merdeka belajar menuai kontraversi di kalangan para pengajar. Sebab menurut mereka saat ini sistem pengajaran harus menyesuaikan karakteristik para siswa di sekolah.
Atas keluhan para pengejar ini, Subandi Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda mengatakan bahwa, memang di setiap waktu adanya kebijakan baru apalagi di dunia pendidikan pasti akan muncul yang namanya keluhan di masa awal diberlakukan dan merupakan hal wajar karena masih harus menyesuaikan.
“Setiap ada kurikulum baru, ada aturan baru, pasti akan ada kesulitan dan wajar ini mungkin masa adaptasi,” ucapnya (10/5/2023)
Lanjut diri sebelum aja nya kurikulum terbaru yang saat ini dulunya disetiap sekolah diwajibkan untuk mengikuti arahan dari pusat terkait dengan sistem pengajaran. Akan tetapi, dengan adanya kurikulum merdeka belajar para guru di beri kebebasan dalam mengembangkan sistem pengajaran sesuai dengan kebutuhan.
“Untuk menghasilkan pendidikan yang berkualitas itu harus banyak inovasi. Nah, ini boleh berkreasi, ini tadi yang harus dibuat regulasinya, batasan-batasan inovasinya seperti apa,”ucapnya.
Hapannya dengan adanya Kurikulum Merdeka Belajar, para guru dan kepala sekolah bisa lebih kreatif dalam mengembangkan metode pengajaran dan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan siswa serta meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. (Idham/adv/DPRD Samarinda)








