Mediaetam.com, Jakarta – Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang saat ini beranggotakan NasDem, Demokrat, dan PKS diprediksi bisa bubar di tengah jalan. Jika memang bubar, Anies Baswedan tentu terancam gagal maju di Pilpres 2024.
Potensi bubarnya Koalisi Perubahan itu dilihat sejumlah pengamat politik di tengah kedekatan PDIP dengan Partai Demokrat. Beberapa pekan terakhir, PDIP memberi sinyal bekerja sama dengan Demokrat.
Dilansir dari CNNIndonesia.com Nama Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bahkan disebut masuk dalam bursa calon wakil presiden untuk mendampingi Ganjar Pranowo yang merupakan calon presiden PDIP. Gagasan ini menyita perhatian publik karena dua partai itu selalu bertolak belakang sejak Pilpres 2024.
Kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencalonkan diri dan terpilih sebagai presiden. Ia mengalahkan calon presiden petahana yang juga atasannya di kabinet, Megawati Soekarnoputri.
Selama dua periode pemerintahan SBY, PDIP menjadi oposisi di parlemen. Saat calon presiden PDIP, Joko Widodo, menang di Pilpres 2014, Demokrat pun memilih berada di luar pemerintahan.
Saat ini, PDIP sedang membangun koalisi untuk memenangkan Ganjar di Pilpres 2024. Adapun Demokrat masih mendorong AHY untuk bisa menjadi calon wakil presiden dari Anies Baswedan.
Pengamat politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga mencium potensi bubarnya KPP di tengah rencana pertemuan AHY dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Sekretaris jenderal kedua partai bahkan sudah bertemu untuk membahas rencana pertemuan AHY dan Puan.
Jamiluddin berkata Demokrat sangat mungkin hengkang karena proposal mereka untuk mengusung AHY sebagai cawapres tak kunjung digubris koalisi Anies.
Ia menilai hengkangnya Demokrat sama saja dengan kegagalan Anies menjadi capres. Pasalnya, modal suara KPP tak akan melampaui ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) tanpa Demokrat.
“Kalau Demokrat memang jadi pindah ke PDIP, praktis Koalisi Perubahan tidak memenuhi syarat PT 20 persen. Ini artinya Anies akan berpeluang menjadi gelandangan politik,” kata Jamiluddin saat dihubungi media, Selasa (13/6).
Jamiluddin tak yakin ada partai yang mau bergabung ke koalisi Anies jika Demokrat hengkang. Menurutnya, partai-partai yang belum berkoalisi saat ini punya kecenderungan dekat dengan Jokowi.
Golkar, PKB, dan PAN adalah bagian dari kabinet Jokowi. Sementara Koalisi Perubahan dipandang sebagai oposisi.
“Mereka ‘tersandera’ dengan Jokowi. Kemungkinan mereka pindah ke Koalisi Perubahan yang dikonotasikan dengan oposisi tentu mereka tidak punya nyali,” ujarnya.
Sumber : Rencana Pertemuan Demokrat-PDIP dan Nasib Koalisi Pengusung Anies
Editor : Muhammad Amin Khizbullah








