Pekerjaan Rumah Memerangi Stunting di Kukar

Sekda Kukar, Sunggono saat lakukan sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting. Beberapa waktu lalu (Indah, Mediaetam.com)
Sekda Kukar, Sunggono saat lakukan sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting. Beberapa waktu lalu (Indah, Mediaetam.com)

Mediaetam.com, Kukar – Stunting menjadi pekerjaan rumah bagi Kukar. Sebab, dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), Kukar menjadi wilayah dengan prevalensi balita stunting tertinggi di Kaltim. Survei mencatat, Kukar mencapai poin 27,1. Sedangkan, rerata poin Kaltim ada di 23,9.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono pun mengatakan dalam persoalan ini, penting membangun kesadaran. Masyarakat harus mendapat pengetahuan pertumbuhan anak dan cara mencegah stunting. Hal ini perlu  sosialisasi yang mesti dilakukan semua pihak.

Bacaan Lainnya

Pemerintah juga menyasar desa-desa untuk menjadi lokus program. Salah satu indikator pihaknya menetapkan sebuah desa menjadi lokus stunting adalah ketersediaan sarana prasarana. Kemudian cakupan terhadap masyarakat yang hadir pada saat pemeriksaan dan jumlah tenaga medis.

Namun, yang menetapkan lokasi khusus untuk penanganan kasus stunting itu adalah Pemerintah Provinsi Dan Pusat, Pemerintah Daerah hanya menetapkan dalam bentuk SK Bupati

Soal respons masyarakat, Sunggono mengambil contoh di Kecamatan Tenggarong dan Loa Kulu. Masyarakat di wilayah ini antusias mengikuti sosialisasi.

“Meskipun hanya dari dua Kecamatan yaitu Kecamatan Tenggarong dan Loa Kulu. Kami harap masyarakat bisa menerima manfaat dan menyikapi bagaimana penanganan  stunting di daerah,” ujarnya belum lama ini. (Indah Hardiyanti)

Bagikan:

Pos terkait