Pelatih Persib Lontarkan Psy War: Borneo FC Menang 11 Kali karena Beruntung

Bojan Hodak memanskan suasana jelang laga Persib kontra Borneo FC. (IST)

Jelang duel panas Persib vs Borneo FC, Bojan Hodak melontarkan psy war dengan menyebut Pesut Etam mampu meraih 11 kemenangan beruntun hanyalah faktor keberuntungan dan seringnya memainkan laga kandang. Ia pun penasaran, apakah tim Samarinda mampu melewati hadangan Persib, Persebaya, Malut, dan PSM.

Pertandingan antara juara bertahan Persib dan pemimpin klasemen Borneo FC, di Stadion GBLA, Jumat malam, diprediksi akan berlangsung dengan tensi tinggi. Seluruh tiket telah ludes terjual hingga Kamis sore, menandakan antusiasme pendukung tuan rumah terhadap laga ini begitu tinggi.

Bacaan Lainnya

Maklum, Persib yang sudah merajai kompetisi domestik selama 2 musim beruntun, berhasrat mencetak hat-trick juara Super League. Namun keinginan itu tak akan mudah, sebab rivalnya Persija dan Borneo FC menjadi penantang serius musim ini.

Sehari sebelum pertandingan tersebut berlangsung, Pelatih Persib Bojan Hodak telah memanaskan situasi terlebih dahulu. Ia mengungkit rekor kemenangan beruntun terpanjang sepanjang sejarah Liga Indonesia milik Borneo FC, dengan menyebut raihan itu berkat banyaknya laga kandang yang dilalui Pesut Etam.

“Saya pikir ini pertandingan sulit lainnya yang harus kami hadapi. Laga ini seperti derby di musim ini karena kami ada di peringkat ketiga dan mereka jadi yang pertama.”

“Kalau tidak salah mereka memainkan tujuh laga di kandang dan tidak mudah untuk bisa menang di sana. Mungkin itu alasannya mereka bisa menang non stop,” ujar Bojan Hodak.

Ia melanjutkan, sulitnya menang di Stadion Segiri Samarinda karena perjalanan menuju venue laga tidak mudah. Sesuatu yang sebenarnya kurang relevan, karena jarak Bandara APT Pranoto ke hotel tim tamu hanya membutuhkan waktu 1 jam, melalui jalan yang bagus. Pun dari Bandara SAMS Balikpapan memakan waktu 2 jam via Tol Balsam.

Kembali ke soal laga kandang, Borneo musim ini telah memainkan 8 laga kandang, yang 7 di antaranya mampu dimenangkan.

Laga Kandang Bukan Faktor Kemenangan

Di momen terpisah, atau persisnya pada 30 November 2025 lalu, Pelatih Borneo FC Fabio Lefundes, untuk yang kesekian kalinya membantah tentang banyaknya main di kandang merupakan faktor utama meraih banyak kemenangan.

“Berapa kali kita bermain di kandang?” Wartawan menjawab, “Delapan.”

“Apakah ada tim yang bermain di kandang sebanyak kita?” Wartawan menjawab, “Ada, Bhayangkara, Dewa United, dan PSBS Biak.”

“Apakah semua ada di papan atas?” Wartawan menjawab, “Tidak.”

“Nah, itu. Bermain di kandang bukan jaminan. Hari ini kita mendapat kekalahan pertama di kandang. Dewa United dan PSBS ada di papan bawah. Jadi sama sekali tak ada korelasinya,” jelasnya.

Borneo FC hanya Beruntung

Meski meragukan ketangguhan Borneo FC dan menyebut 11 kemenangan beruntung hanyalah keberuntungan. Bojan Hodak tetap mengakui Pasukan Samarinda adalah tim yang solid. Hal ini dibuktikan dengan 24 gol yang telah mereka ciptakan (peringkat kedua) dan jumlah kebobolan yang baru 5 kali (paling sedikit).

Menurut Bojan, kualitas Borneo baru akan benar-benar diuji dalam beberapa pekan mendatang. Di mana Persib, Persebaya, Malut United, dan PSM akan menjadi lawan Borneo selanjutnya.

“Tetapi mereka juga merupakan tim berpengalaman dan bertahan dengan cukup bagus, mereka baru kebobolan lima kali, serangan baliknya mereka juga berbahaya.”

“Mereka juga cukup beruntung menang 11 kali beruntun. Tapi sekarang mereka akan menghadapi empat-lima pertandingan berat dan kita lihat nanti bagaimana mereka melewati lima pertandingan ini,” pungkasnya.

Borneo FC Tak Gentar Hadapi ‘Teror’ GBLA

Di sisi lain, Fabio Lefundes mengaku timnya dalam status siap tempur, meski mengalami kelelahan akibat jadwal yang mepet. Untuk diketahui, laga kontra Persib adalah pertandingan tunda, sehingga dimainkan di luar jadwal resmi.

Tapi ia tak menjadikan itu alasan timnya tidak bermain optimal. Sebab tuan rumah juga mengalami kondisi yang sama.

“Kami memiliki waktu persiapan yang singkat, Persib juga begitu. Pemain dari kedua klub tidak memiliki waktu recovery yang cukup. Tapi di waktu yang sempit, kami sudah menyiapkan segala sesuatu untuk laga ini,” ujarnya, Kamis sore.

Terkait penuh sesaknya GBLA, yang tentu akan menjadi keuntungan tuan rumah. Fabio sama sekali tak gentar. Menurutnya dukungan sebesar itu bisa merontokkan mentalitas lawan, tapi sekaligus bisa membuat tim tamu makin berhasrat untuk menang. Tergantung momen yang terjadi di lapangan.

Misalnya, jika tim tamu mendapat keunggulan lebih dulu, maka berisiknya tribun justru bisa menjadi tekanan untuk tim tuan rumah. Jadi soal ini, dia mengaku tidak gusar sama sekali.

“Saya sudah berada di sini (Indonesia) cukup lama, dan saya sangat menyukai pertandingan-pertandingan yang dihadiri banyak penonton. Pertandingan menjadi jauh lebih dinamis, jauh lebih menghibur.”

“Ketika lebih banyak penonton hadir, pemain-pemain besar, pemain yang terbiasa tampil di laga besar, akan merasa jauh lebih nyaman. Jadi secara otomatis mereka cenderung tampil lebih baik,” imbuhnya. (has)

Bagikan:

Pos terkait