Pemkab Kukar Antisipasi Krisis Pangan

FOTO : Suasana apat koordinasi ketahanan pangan dalam rangka kesiapsiagaan krisis pangan, bertempat di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kukar, Selasa (12/12). (Riadi Ganteng/ Media Etam)
FOTO : Suasana apat koordinasi ketahanan pangan dalam rangka kesiapsiagaan krisis pangan, bertempat di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kukar, Selasa (12/12). (Riadi Ganteng/ Media Etam)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menggelar rapat koordinasi ketahanan pangan dalam rangka kesiapsiagaan krisis pangan, bertempat di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kukar, Selasa (12/12).

Kepala DKP Kukar, Sutikno menyampaikan, rapat koordinasi tentang kesiapsiagaan krisis pangan dan antisipasi ancaman krisis pangan efek dari food wastage tersebut atas dasar, peraturan Badan Pangan Nasional RI nomor 19 tahun 2023.

Dia menjelaskan, food wastage merupakan penggabungan food waste dan loss (FLW), dimana food waste merupakan istilah dari makan olahan yang sudah tidak layak konsusmsi. Sedangkan food loss istilah yang digunakan untuk bahan makanan yang sudah tidak layak untuk diolah.

“Berdasarkan data dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam rentang 2000-2019, FLW di Indonesia mencapai 23 juta-48 juta ton per tahun. Hal ini berdampat pada kerugian ekonomi sebesar Rp 213 triliun-Rp 551 triliun per tahun atau 4-5 persen produk domestik bruto Indonesia per tahun,” paparnya.

Lebih lanjut, Sutikno menyampaikan seluruh kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir untuk mendengarkan pemaparan Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Ince Raden tentang membangun ketahanan pangan melalui pengelolaan food loss dan waste.

Serta direktori perkembangan konsumsi pangan kukar dan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Timur (kaltim) Amaylia Dina Widyastuti yang akan menyampaikan kajian kesiapsiagaan krisis pangan tahun 2023.

“Harapan saya kepada semua instansi yang hadir pada hari ini, untuk bisa menyimak penyampaian materi sampai selesai dan bersama-sama menyuarakan stop boros makanan,” tandas Sutikno. (rm6/mediaetam.com)

Bagikan:

Pos terkait