Pencarian Korban Tabrakan LCT di Kembang Janggut Diperluas hingga 15 Km, Tim SAR Terkendala Arus Deras

Tim SAR masih mengupayakan pencarian korban tenggelam. (IST)

KEMBANG JANGGUT – Tim SAR gabungan terus berjibaku melakukan pencarian terhadap A (58), pemilik perahu ces yang hilang setelah bertabrakan dengan kapal LCT di perairan Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut. Memasuki hari kedua pencarian, Rabu (14/1/2026), radius penyisiran diperluas hingga puluhan kilometer mengikuti arah arus sungai yang sedang meluap.

Upaya pencarian ini melibatkan personel gabungan dari Basarnas, BPBD Kukar, Damkar Pos Kota Bangun, pihak kecamatan, hingga relawan serta warga setempat.

Bacaan Lainnya

Koordinator Lapangan (Korlab) BPBD Kukar, Novan Fachrozie, menjelaskan tim di lapangan menerapkan metode pembagian zona penyisiran. Hal ini dilakukan karena kondisi arus Sungai Belayan yang sangat deras akibat luapan banjir di wilayah hulu.

“Karena arus cukup deras, kami menggunakan metode berbagi zona. Jarak penyisiran diperpanjang ke arah hilir. Hingga hari ini, tim sudah menyisir hingga radius 15 kilometer lebih, bahkan sudah sampai ke wilayah Desa Perdana,” ungkap Novan, Rabu (14/1/2026).

Petugas BPBD yang sedang bertugas memantau banjir di wilayah Kembang Janggut juga turut dikerahkan untuk melakukan penyisiran sembari memantau debit air. “Kami melakukan pemantauan banjir sekaligus menyisir keberadaan korban di sepanjang jalur sungai,” tambahnya.

Tidak Memungkinkan Menyelam

Meski pencarian dilakukan secara intensif di permukaan, tim rescue memastikan tidak melakukan upaya penyelaman. Keputusan ini diambil demi keselamatan personel mengingat kondisi sungai yang sedang mengalami kenaikan debit air.

“Kondisi tidak memungkinkan untuk penyelaman karena sedang banjir dan arus sangat deras. Terlalu berisiko bagi tim jika harus menyelam dalam keadaan seperti ini,” tegas Novan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, musibah ini terjadi pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 04.00 Wita. Saat itu, korban A (58) sedang mengantarkan I (21), seorang karyawan PT BSS, menyeberangi sungai. Naas, perahu ces yang mereka tumpangi bertabrakan dengan kapal LCT.

Dalam insiden tersebut, I (21) berhasil menyelamatkan diri dan telah kembali ke pihak keluarga, sementara A (58) hingga saat ini masih dinyatakan hilang terseret arus.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait