TENGGARONG – Sebuah minibus yang sedang menjalani perbaikan di sebuah bengkel kawasan Jalan Sangkulirang, RT 04, Kelurahan Maluhu, Tenggarong, nyaris ludes dilalap si jago merah pada Rabu (14/1/2026) pagi. Insiden ini dipicu oleh percikan api dari aktivitas pengelasan yang menyambar bagian interior mobil.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar menerima laporan kejadian melalui Posko Pattimura pada pukul 10.48 Wita dan langsung mengerahkan personel ke lokasi.
Kepala Damkarmatan Kukar, Fida Hurasani, menjelaskan insiden bermula saat petugas bengkel milik Wahyudi tersebut sedang melakukan perbaikan pada bagian atap mobil.
“Petugas bengkel menggunakan mesin las untuk menambal bagian atap. Tanpa disadari, percikan api las masuk ke dalam kabin mobil. Mengingat material jok dan interior berbahan busa atau spons, api dengan sangat cepat membesar di dalam mobil,” ungkap Fida Hurasani, Rabu (14/1/2026).
Melihat kobaran api di dalam kabin, petugas bengkel dibantu warga sekitar langsung berupaya memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) agar tidak merembet ke bangunan bengkel. Di saat yang sama, warga lainnya menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Meski api sudah mulai mengecil berkat bantuan APAR milik bengkel, tim Damkarmatan tetap tiba di lokasi hanya dalam waktu 5 menit setelah laporan diterima untuk melakukan pendinginan dan memastikan api benar-benar padam.
Penanganan
Namun, dalam perjalanannya menuju lokasi kejadian (TKP), petugas sempat menemui kendala di jalan. “Anggota sempat terhambat karena ada akses jalan yang ditutup menuju TKP lantaran adanya acara warga,” tambah Fida.
Beruntung, berkat aksi sigap warga, relawan (Redkar), dan petugas Damkar, api tidak sampai menghanguskan seluruh badan mobil maupun bangunan di sekitarnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai jutaan rupiah akibat kerusakan interior mobil.
Pihak Damkarmatan pun mengimbau kepada para pemilik bengkel untuk lebih waspada dan menyiapkan standar keamanan yang ketat, terutama saat melakukan pekerjaan pengelasan yang berdekatan dengan material mudah terbakar.
Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








