Rehabilitasi Jembatan Sambera di Kecamatan Muara Badak Akan Mulai Dikerjakan

Asisten II Setkab Kukar, Wiyono. (Indah, Mediaetam.com)
Asisten II Setkab Kukar, Wiyono. (Indah, Mediaetam.com)

Mediaetam.com, Kukar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menindaklanjuti keluhan warga terkait kondisi rusak Jembatan Sambera di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak.

Pasalnya sejak beberapa tahun ini Jembatan Sambera yang merupakan akses penting penghubung antar kecamatan di wilayah Kukar yakni Muara Badak dan Marangkayu, yang juga merupakan jalan alternatif menuju kota Bontang, kondisinya cukup memprihatinkan yang diatas Jembatannya hanya dilapisi dengan besi. Bahkan, beberapa warga mengeluhkan ketika melawati Jembatan tersebut ban mobilnya pecah dan bocor akibat dari besi atau benda tajam yang ada di Jembatan tersebut.

Bacaan Lainnya

Adanya keluhan warga pada kondisi jembatan tersebut, Pemkab Kukar pun merespon dan menindaklanjuti dengan melakukan rapat koordinasi percepatan pembangunan Rehabilitasi pada Jum’at (28/4) lalu, bersama Camat Muara Badak Arfan, Kepala Desa Tanjung Limau Suriyadi, Forkompimda Kecamatan Muara Badak, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Etty Erma, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Restu Irawan, Perwakilan Manajamen PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) Suprianto, Manajemn PT Pertamina Hulu Sanga-sanga Aidil ASN (PHSS).

Asisten II Setkab Kukar Wiyono menegaskan bahwa pembangunan rehabilitasi Jembatan Sambera akan segera dilaksanakan perbaikan atau rehabilitasi, agar jalur perkonomian di dua Kecamatan Muara Badak dan Marangkayu tidak terputus.

“Jembatan tersebut merupakan akses penting penghubung antar kecamatan, untuk itu direncanakan pelaksanaan rehabilitasi Jembatan Sambera ini akan dilakukan diakhir Mei, dengan waktu pengerjaan selama 6 bulan,” ungkap Asisten II Setkab Kukar, Wiyono. Selasa, (2/5/2023).

Dikatakannya, saat ini pihaknya sedang mengajukan permohonan dan menunggu persetujuan dari PT PHM dan PT PHSS untuk menggunakan jalur Pipeline sebagai jalan alternatif sementara bagi pengguna jalan.

“Karena selama waktu perbaikan jembatan tersebut akan ditutup secara total, tidak boleh dilintasi. Jadi membutuhkan jalan alternatif lain,” ujarnya.

Sementara, Kabid Bina Marga DPU Kukar, Restu Irawan mengatakan perbaikan permanen akan dimulai dengan jalannya disemenisasi dan dilapisi aspal di atas jembatan sepanjang 60 meter dan lebar 8 meter tersebut. Kemudian untuk struktur tiang pancang dan rangka akan dilapisi dengan serat karbon dan dicat dengan cat anti korosi.

“Nanti jembatan tersebut akan dicat dengan cat yang tahan air asin, kemudian juga akan dibuat ornamen-ornamen pada pagar pembatasnya, seluruh perbaikannya akan menelan anggaran sebesar Rp 13 miliar bersumber dari APBD Kukar 2023,” pungkasnya. (Indah Hardiyanti)

Bagikan:

Pos terkait