Mediaetam.com, Berau – Pembangunan gedung baru kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau yang saat ini masih mangkrak, diperkirakan meningkat hingga mencapai Rp 22 miliar dari perhitungan sebelumnya sejumlah Rp 17 miliar.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Pemukiman, Penataan Bangunan, dan Jasa Konstruksi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Jimmy Arwi Siregar, Selasa (2/5/2023).
Menurut Jimmy, perubahan anggaran itu terjadi karena terdapat perencanaan baru pada tahun 2023 yang dibuat setelah dilaksanakan review. Sesuai perencanaan itu maka gedung baru kantor Disbudpar mengalami penambahan anggaran.
“Kita memperhitungkan total anggaran tersebut sebesar Rp 22 miliar karena bangunannya 3 lantai. Sehingga perlu ada lift untuk disabilitas.
Kemudian sebelumnya tidak ada tangga darurat. Ini juga sangat penting untuk bangunan itu, sehingga perlu kita tambahkan.
Belum lagi inflasi. Dari tahun 2016 sampai tahun 2023 itu 7 tahun. Tentunya ada penyesuaian terhadap harga material yang mengakibatkan kebutuhan anggaran sampai menembus Rp 22 miliar,” paparnya.
Kendati kebutuhan anggaran terus meningkat, bangunan yang telah mangkrak lebih kurang 7 tahun tersebut secara riil belum mampu dibangun hingga tuntas tahun ini. Pasalnya, alokasi anggaran yang disiapkan oleh Pemkab Berau hanya senilai Rp 5,5 miliar.
“Jadi, walaupun tidak bisa kita maksimalkan dengan tuntas tapi setidaknya dengan anggaran tersebut bisa kita optimalkan untuk sebagian fungsi dari kantor tersebut dapat kita selesaikan,” imbuhnya.
Dengan anggaran dari APBD murni yang masih jauh dari kebutuhan itu, maka pihaknya mengharapkan agar terdapat tambahan anggaran untuk pembangunan gedung tersebut pada APBD perubahan. Hal itu pun sudah disampaikan kepada Bapelitbang Berau.
“Sehingga di tahun 2023 ini, kita bisa maksimalkan fungsi ruang kerjanya. Agar di tahun depan Disbudpar bisa pindah, walaupun mereka berharap bisa pindah tahun ini,” tandasnya.
Jimmy menambahkan bahwa untuk saat ini, tahap pembangunan gedung itu sedang berada pada proses lelang menggunakan sistem informasi pada bagian Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa (KPBJ).
“Jadi, ada sistemnya kita upload di sana baru bisa ditenderkan. Target kita bulan ini sudah bisa tender,” terangnya.
Menanggapi media ini terkait kekurangan anggaran yang masih cukup signifikan, Jimmy menerangkan bahwa pihaknya selalu berupaya untuk meminta Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Provinsi Kaltim.
“Bankeu provinsi di tahun lalu tidak membuahkan hasil. Tapi kita terus berupaya. Dan di tahun ini kami mengajukan kembali. Harapan kami semoga Bankeu provinsi bisa membantu,” harapnya.
Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Syadiah, pada Senin (17/4/2023) lalu, menegaskan bahwa pihak DPRD Berau akan terus mendorong percepatan pembangunan gedung baru kantor Disbudpar tersebut.
Pasalnya, bangunan tersebut merupakan bangunan yang mangkrak karena tidak pernah difungsikan. Padahal pariwisata membutuhkan kantor baru yang layak.
“Karena kita tahu kan pariwisata itu sektor unggulan kita. Karena itu perlu juga disupport tempat yang lebih representatif,” imbuhnya.
Karena itu, pihak DPR akan mendorong lagi pembangunan gedung itu pada anggaran perubahan, agar segera diselesaikan. Mengingat, APBD Berau tahun ini cukup mumpuni.
“Biar tidak jadi temuan KPK. Karena sudah digelontorkan anggaran tapi tidak dimanfaatkan, untuk apa,” kuncinya. (*/Elton Wada)
Editor: Elton Wada








