Reses Bareng Wartawan, Salehuddin Janji Perjuangkan Nasib Kemitraan Media yang Kini di Titik Kritis

Reses Dapil IV Kab. Kutai Kartanegara, Salehuddin, Anggota DPRD Provinsi Kaltim Periode 2024-2029 di Cafe CEO Terapung, Mangkurawang, Rabu (28/1/26). (Dilla/Media Etam)

TENGGARONG – Suasana sore di salah satu sudut Tenggarong Cafe CEO Terapung, Mangkurawang terasa lebih hangat saat anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, duduk bersama puluhan wartawan lokal.

Bukan sekadar seremonial reses biasa, pertemuan ini menjadi momen curhat bersama mengenai nasib industri media yang tengah berada di titik kritis.

Bacaan Lainnya

Salehuddin, yang kembali duduk di kursi parlemen untuk periode 2024-2029, mengaku sengaja mengundang pengurus PWI Kukar dan rekan media untuk hadir di Dapil IV untuk mendengar langsung dinamika yang terjadi di lapangan. Ia tak menampik bahwa kemitraan antara pemerintah dan media saat ini sedang tidak baik-baik saja.

“Saya jujur merasa tidak nyaman dengan kondisi kawan-kawan media saat ini. Kita harus akui, ada kebijakan-kebijakan yang menurut saya kurang pas, sehingga proses kemitraan ini berada di titik nadir atau kritis. Banyak media online maupun cetak yang sedang berjuang untuk sekadar bertahan hidup,” ungkap Salehuddin, Rabu (28/1/2026).

Media sebagai Mitra Kerja

Politisi senior ini menyoroti erosi kebijakan terkait pembiayaan media yang dianggapnya semakin menyulitkan gerak perusahaan pers lokal. Baginya, media bukan sekadar mitra kontrak, melainkan jembatan utama antara kerja parlemen dan masyarakat. Tanpa peran media, menurutnya, kerja-kerja DPRD akan menjadi sunyi.

“Siapalah kami di DPRD ini kalau tidak ada pengantar dari media. Saya melihat tantangan internal rekan-rekan sangat besar, termasuk soal diskripsi pekerjaan dengan pemerintah yang harus segera dicarikan solusinya,” tambahnya.

Meski kondisi tahun ini dirasa sulit akibat dinamika anggaran dan kebijakan di tingkat provinsi maupun kabupaten, Salehuddin membawa secercah harapan.

Dirinya optimis pada tahun 2026 ini akan ada perubahan skema kebijakan keuangan yang lebih berpihak pada keberlangsungan kemitraan media.

“Saya yakin Insyaallah di 2026 ini kondisinya akan sedikit berbeda dan lebih berharga. Kami di komisi akan terus memperjuangkan agar kemitraan ini kembali pulih. Harapannya, pada 2027 nanti kondisi keuangan kita benar-benar stabil kembali sehingga kerja sama bisa terjalin lebih luas lagi,” pungkasnya.

Pertemuan tersebut ditutup dengan diskusi santai mengenai berbagai persoalan di Kutai Kartanegara, mulai dari isu infrastruktur, Kegiatan Olahraga, Hari Pers, Pelecehan Seksual yang lagi hangat.

Laporan: Nur Fadillah Indah/Media Etam

Bagikan:

Pos terkait