Rupiah Menguat 0,66 persen Hari Ini  

Pegawai menunjukkan mata uang rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (5/1/2023). Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp15.616 per dolar AS pada Kamis (5/1) sore ini. Mata uang Garuda melemah 34 poin atau minus 0,22 persen dari perdagangan sebelumnya. (Liputan6.com)

 

 

Mediaetam.com, Jakarta  –  Kurs rupiah pada pembukaan perdagangan Senin 5 Juni 2023 menguat 0,66 persen atau 100 poin menjadi Rp14.894 per USD dari sebelumnya Rp14.994 per USD.

Dilansir dari Liputan6.com Analis senior Lukman Leong menyatakan penguatan rupiah dipengaruhi antisipasi investor terkait data inflasi Indonesia pada Mei 2023, yang diperkirakan akan kembali lebih rendah.

“Dolar AS sebenarnya masih rebound menguat secara umum setelah data tenaga kerja AS NFP (nonfarm payrolls), yang lebih kuat memicu kenaikan imbal hasil obligasi AS dan ekspektasi tingkat suku bunga The Fed yang lebih tinggi,” kata dia dikutip dari Antara, Senin (5/6/2023).

Selain itu, data inflasi diperkirakan akan kembali turun dan kian mendekati target Bank Indonesia, sehingga bisa mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Indeks dolar AS pada umumnya naik, dolar AS menguat terhadap hampir semua mata uang, kecuali rupiah,” ucap Lukman.

Sementara itu, menurut analis Bank Woori Saudara (BWS) Rully Nova, penguatan rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan pagi ini disebabkan faktor eksternal, yakni kesepakatan senat AS terkait debt-ceilling Pemerintah AS menjadi rancangan undang-undang (RUU) dan data pengangguran AS pada Mei 2023 yang memburuk.

​​Adapun faktor domestik yang mendorong penguatan rupiah adalah ekspektasi pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 yang tinggi di level 5,7 persen.

“(Faktor lainnya adalah) laju inflasi Mei (2023) diperkirakan masih pada level yang rendah,” ungkapnya.

 

 

 

Sumber : Rupiah Perkasa Lawan USD Hari Ini, Inflasi Jadi Penopang

Editor : Muhammad Amin Khizbullah

Bagikan:

Pos terkait