Satu Abad Nahdlatul Ulama, PCNU Berau Gaungkan Patriotisme Bangun Daerah

Peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama di Kabupaten Berau dirangkaikan dengan berbagai kegiatan mulai dari Diklat Terpadu Dasar ke-IV Banser hingga Tabligh Akbar. [Christian / Mediaetam.com]
Peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama di Kabupaten Berau dirangkaikan dengan berbagai kegiatan mulai dari Diklat Terpadu Dasar ke-IV Banser hingga Tabligh Akbar. [Christian / Mediaetam.co

Mediaetam.com, Berau – Momen peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) 1344 – 1444 H di Bumi Batiwakkal, dibaluti semangat patriotisme para Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Berau. Semangat itu terus digaungkan untuk membangun negara dan daerah.

Berbagai kegiatan pun telah digelar dengan tujuan menanamkan semangat patriotisme dalam jiwa generasi muda, terutama menyambut kegiatan puncak peringatan satu abad NU yang akan dilaksanakan di Sidoarjo, Jawa Timur, pada 7 Februari 2023 mendatang.

Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan itu yakni Diklat Terpadu Dasar (DTD) ke-IV Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang digelar di Kecamatan Teluk Bayur, 26 – 31 Januari 2023.

Ketua PCNU Berau KH. Masrur, S.Ag., melalui kegiatan itu berpesan agar momen satu abad NU dapat menjadi inspirasi bagi para pemuda untuk bersinergi bersama pemerintah dalam membangun daerah Kabupaten Berau dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Mereka yang sudah didiklat wajib menjaga para ulama untuk menciptakan kedamaian, ketenteraman, dan kenyamanan di dalam hidup NKRI,” tuturnya.

Menurutnya, NU yang berdiri sebelum negara ini merdeka merupakan elemen penting dan memiliki andil dalam menguatkan semangat kebangsaan dan nasionalisme. Keterlibatan NU dalam mengawal kemerdekaan Indonesia sudah tidak perlu disangsikan.

Peristiwa Surabaya pada 10 November 1945 yang tercatat dalam tinta emas sejarah adalah salah satu bukti peran para santri muassis (pendiri) NU.

“Kami mengharapkan kepada kaum muda baik GP Ansor dan Banser bagaimana bersama berperan positif bagi negara ini. Khususnya, menjaga daerah dengan keadaan yang selalu stabil, tenteram, damai, dan tidak ada sesuatu yang akan merusak kebersamaan,” imbuhnya.

Ketua GP Ansor Berau, Mupit Datusahlan berpesan kepada para kader agar dapat membawa pengaruh positif serta mengambil peran strategis untuk membangun Berau.

“Jangan hanya terlena dengan kelimpahan sumber daya alam, lalu terbuai dan tidak pernah melakukan gerakan, dialog keilmuan, dan wawasan kebangsaan,” pesannya.

Pasalnya, terdapat 500 kader yang telah menjadi anggota GP Ansor, termasuk para pemuda yang telah dikukuhkan pada Diklat Terpadu kemarin. Mereka ini diamanahkan untuk menjaga perdamaian, melindungi minoritas, dan menolong yang tertindas.

Selain itu, tidak ada alasan bagi para ulama maupun para kader untuk tidak menerima perbedaan sebagaimana sudah dijelaskan dalam Piagam Madinah dan telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Begitu pun dalam mengaji, Mupit menjelaskan bahwa mengaji tentang kenegaraan, kebangsaan, dan sosialitas juga sangat penting dan tak boleh ditinggalkan. Sebab, dengan begitu pemahaman tentang berbagai suku, pandangan, dan keyakinan tentang Indonesia dapat tertanam.

“Tentu kita harus tetap bersatu dan membangun bersama walaupun di dalamnya ada berbagai suku bangsa yang berbeda. Karena, mencintai negara kita ini adalah bagian dari ibadah, menyayangi sesama juga bagian dari ibadah,” pungkasnya.

Menyongsong satu abad NU ini, Tabligh Akbar bersama KH. M. Faris Al Haq., menjadi acara puncak dari berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan.

Kegiatan yang diadakan di Masjid Al-Isro, Kecamatan Teluk Bayur, pada Sabtu (28/1/2023) itu, berjalan lancar dan penuh makna. (*/Christian)

Editor: Elton Wada

Bagikan:

Pos terkait