Mediaetam.com, Berau – Pasca pandemi, pemulihan sektor ekonomi menjadi agenda besar yang sedang dikerjakan oleh pemerintah, mulai dari pusat hingga daerah.
Bumi Batiwakkal pun tengah berupaya memulihkan ekonomi di daerahnya dengan berbagai cara. Salah satunya dengan merangkul para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Berau.
Kegiatan festival UMKM Berau Ceria yang digelar di sepanjang Jalan Tepian Ahmad Yani, Tanjung Redeb, saat ini menjadi salah satu bukti yang dapat dilihat.
Festival tersebut menyajikan produk-produk hasil UMKM 13 kecamatan se-Kabupaten Berau, mulai dari makanan, pakaian, hingga pernak-pernik lainnya. Para pelaku UMKM juga difasilitasi oleh 328 booth tenant, baik tenda maupun non tenda untuk memamerkan berbagai produknya.
Ketua UMKM Berau Ceria, Idrus mengatakan bahwa festival tersebut rupanya diadakan selama 6 hari, mulai 11-17 Maret 2023. Tak hanya UMKM, festival itu juga melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Festival ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan produk hasil UMKM Berau,” tuturnya.
Idrus berkeinginan agar festival itu dapat mengedukasi masyarakat agar mulai berminat dalam dunia usaha.
Pasalnya, setelah Kabupaten Berau dilanda pandemi Covid-19, sektor perekonomian masyarakat sempat tergoncang, terutama UMKM.
Karena itu, pemulihan ekonomi harus segera dilakukan agar mendongkrak kembali perekonomian UMKM. Kegiatan festival yang dilaksanakan baik dalam skala kecil, menengah, hingga besar diharapkan mampu mengejar tujuan itu.
“Terutama untuk para pemuda, kami mendorong mereka supaya untuk belajar dan terjun dalam dunia usaha.
Karena, manfaatnya sangat banyak untuk mereka ketimbang hanya menghabiskan waktu dengan kegiatan yang sia-sia,” terangnya.
Hebatnya, kegiatan ini dilirik oleh pemerintah daerah hingga Kementerian Koperasi dan UKM RI yang turut hadir dalam festival itu. Hal itu terbukti saat pembukaan UMKM Berau Ceria yang diadakan pada Sabtu (11/3/2023) lalu.
Bupati Berau, Sri Juniarsih mengapresiasi kegiatan itu. Dirinya pun menyebut bahwa Pemkab Berau memiliki komitmen kuat meningkatkan ekonomi masyarakat berbasis pariwisata dan kearifan lokal.
“Komitmen ini kami integrasikan melalui dua program prioritas, yaitu pembangunan kawasan UMKM terpadu dan penyediaan fasilitas pembinaan, pelatihan, serta kredit lunak kepada UMKM,” tuturnya.
Pihaknya pun terus mendorong berbagai langkah untuk memaksimalkan potensi usaha dan membuka peluang ekonomi kreatif di Kabupaten Berau. Apalagi Kabupaten Berau menjadi salah satu kota penyangga IKN di Kalimantan Timur.
“Tentu yang sangat diunggulkan adalah pariwisatanya, sehingga kami terus berupaya untuk memberdayakan dan menyejahterakan masyarakat agar semakin mandiri dalam segi ekonomi,” ucapnya.
Sri berharap agar festival UMKM Berau Ceria dapat menghimpun pelaku UMKM, BUMK, usaha mandiri, hingga industri rumah tangga untuk memasarkan hasil produk terbaiknya.
“Tujuan akhirnya adalah menjadikan produk khas Berau semakin dikenal,” ujarnya.
Dengan adanya festival UMKM Berau Ceria, kreativitas dan semangat berkarya para pelaku UMKM dapat bangkit. Hal itu juga agar para pelaku ekonomi dapat mulai mengenal potensi di wilayahnya masing-masing, baik di tingkat kecamatan hingga tingkat kampung.
“Tumbuhkan iklim berusaha yang kompetitif yang bersumber dari ide dan inovasi masyarakat,” harapnya.
Perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UKM RI yang dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Luhur Pradjarto mengatakan bahwa pihaknya juga turut mengapresiasi festival itu. Menurutnya, festival itu menjadi bukti nyata kolaborasi antara Pemkab Berau dengan UMKM Berau Ceria.
Bahkan, lanut Luhur, kontribusi pertumbuhan ekonomi bangsa Indonesia pun tidak terlepas dari peran UMKM yang jumlahnya mencapai lebih dari 64 juta.
“Bahkan, kalau kita cermati hampir 99 persen dari jumlah itu adalah usaha mikro. Tentunya, usaha mikro ini yang harus kita dorong dan tingkatkan dengan model atau pemberdayaan secara ketat,” imbuhnya.
Luhur pun berharap agar Pemkab Berau dapat memberikan program-program pendampingan yang baik ke depan. Program itu berupa transformasi formal, akses pembiayaan, digitalisasi, fasilitasi akses promosi dan perluasan pasar, kemitraan usaha, dan penguatan lembaga pusat UMKM melalui koperasi.
“Hal itu supaya UMKM Berau naik kelas dan kesejahteraan pelaku usaha meningkat,” harapnya. (*/Christian)
Editor: Elton Wada








