TENGGARONG – Gaya hidup warga Tenggarong, Kutai Kartanegara kini ikut bergeser seiring meningkatnya penggunaan media sosial. Untuk urusan ponsel misalnya, banyak warga Kota Raja yang kini memilih iPhone sebagai perangkat komunikasinya.
Tren penjualan iPhone yang terus meningkat di Indonesia tidak lepas dari perubahan gaya hidup dan persepsi konsumen terhadap teknologi. Bagi banyak masyarakat, iPhone bukan sekadar alat komunikasi, melainkan simbol kepraktisan, kualitas, dan status sosial. Ekosistem Apple yang stabil dan saling terhubung—mulai dari iPhone, iPad, MacBook hingga Apple Watch—membuat pengguna merasa nyaman dan enggan berpindah ke merek lain.
Selain itu, kualitas kamera yang konsisten, sistem keamanan yang dianggap lebih kuat, serta pembaruan sistem operasi yang rutin dan jangka panjang menjadi daya tarik utama. iPhone juga dinilai memiliki nilai jual kembali yang tinggi, sehingga dianggap sebagai investasi gadget yang lebih “aman”. Dukungan distribusi resmi yang semakin luas, kemudahan cicilan, serta kuatnya pengaruh media sosial dan konten kreator turut memperkuat daya tarik iPhone di pasar Indonesia, menjadikannya tetap relevan dan diminati di tengah persaingan smartphone yang semakin ketat.
Tren iPhone di Tenggarong
Menyadari tren ini, beberapa pengusaha penjualan ponsel di Tenggarong mulai berinvestasi lebih besar pada penyediaan ponsel asal Amerika Serikat tersebut. Satu di antaranya adalah Konter Nabila Cell, yang kini namanya sedang naik daun. Selain memiliki cabang di area strategis, yakni di Jalan Kartini dan Jalan Panjaitan, Tenggarong, konter ini dikenal menyediakan pilihan unit yang lengkap dan terjamin.
Owner Nabila Cell, M Junaidi, mengungkapkan bahwa pihaknya menyediakan berbagai tipe ponsel, mulai dari berbasis Android hingga iOS (iPhone), baik dalam kondisi baru maupun second (bekas).
“Kami sangat ketat soal kualitas. Sebelum unit dipajang atau dibeli konsumen, kami lakukan pemeriksaan menyeluruh pada fisik hingga fungsional perangkat. Kami menjamin semua HP layak pakai dan tidak bermasalah,” ujar Junaidi, Jumat (9/1/2026).
Meski menyediakan berbagai merek ternama seperti Samsung, Xiaomi, Vivo, hingga Pocophone, Junaidi mengakui bahwa produk Apple masih menjadi primadona di gerainya.
Dari rata-rata penjualan 50 unit per bulan, iPhone menyumbang persentase terbesar bagi pendapatan Nabila Cell.
“Peminat iPhone memang lebih tinggi, mencapai 55 persen dari total penjualan, sementara Android berada di angka 45 persen,” jelasnya.
Harga yang ditawarkan pun sangat variatif, mulai dari kisaran Rp1 jutaan hingga puluhan juta rupiah, tergantung pada spesifikasi dan kondisi unit.
Rekomendasi dari Mulut ke Mulut
Untuk memberikan rasa aman bagi pembeli, Nabila Cell memberikan garansi toko selama dua pekan. Waktu ini dinilai cukup bagi konsumen untuk menguji performa sistem perangkat.
Kemudahan akses juga ditawarkan melalui platform digital. Konsumen bisa memantau stok terbaru melalui akun Instagram atau berkonsultasi langsung via WhatsApp.
Kualitas unit di Nabila Cell juga diakui oleh para pelanggan setianya. Salah satunya Risky, yang sengaja datang untuk mencari unit iPhone demi menunjang aktivitas pembuatan konten (content creator).
“Saya ke sini atas rekomendasi teman. Pilihannya banyak dan unit bekasnya benar-benar terasa seperti baru. Hasil kamera iPhone memang lebih maksimal untuk konten, dan di sini saya dapat unit yang sesuai keinginan,” tutur Risky.
Penulis: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








